PALANGKA RAYA – Pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi fokus utama Gubernur H. Agustiar Sabran dalam upaya membangun daerah yang lebih maju dan setara dengan wilayah lain di Indonesia. Komitmen tersebut tercermin dalam rencana untuk segera mewujudkan program sekolah dan kuliah gratis sebagai bagian dari perhatian serius terhadap masa depan generasi muda Kalteng.
Gubernur H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci bagi kemajuan daerah dan generasi penerus yang diharapkan bisa menjadi tuan di tanah kelahirannya sendiri. “Program sekolah dan kuliah gratis akan segera direalisasikan untuk memastikan setiap anak Kalteng memiliki kesempatan yang setara dalam mengenyam pendidikan,” ujarnya, Rabu 12 Maret 2025.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mendukung penuh langkah tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur selama lima tahun mendatang. “Tidak ada visi-misi kepala dinas, yang ada hanya visi-misi Gubernur untuk menciptakan Kalteng Berkah, Kalteng Maju untuk Indonesia Maju, menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Pendidikan yang efektif, efisien, dan tetap mengedepankan kearifan lokal menjadi prioritas dalam kebijakan ini. Reza menambahkan bahwa dengan adanya sekolah dan kuliah gratis, anak-anak Kalteng tidak hanya bisa menempuh pendidikan, tetapi juga diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang berpegang teguh pada nilai-nilai lokal, seperti Belom Bahadat berperilaku baik sesuai dengan adat dan norma yang berlaku.
Selain program sekolah dan kuliah gratis, Pemerintah Provinsi Kalteng juga akan terus melakukan evaluasi terhadap program beasiswa yang sudah ada agar lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Beasiswa diharapkan tidak hanya membantu secara akademik, tetapi juga menciptakan generasi muda yang mandiri, memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, dan siap membangun daerahnya sendiri.
Reza juga menegaskan pentingnya integrasi dalam sistem pendidikan. “Gubernur menginginkan agar seluruh sistem ini terintegrasi, tidak ada lagi kebijakan yang terpisah-pisah. Misalnya, tidak ada lagi kartu Tabe, hanya ada satu kartu yaitu Kartu Huma Betang, dan kita harus siap menyukseskan kebijakan ini,” ujarnya. Kebijakan pendidikan ini juga mengusung semangat kebersamaan dan toleransi.
Dengan prinsip Huma Betang, yang berarti rumah besar kita bersama, Reza berharap pendidikan di Kalimantan Tengah dapat merangkul semua golongan tanpa adanya kesenjangan dalam meraih masa depan yang lebih baik. Dengan terealisasinya program sekolah dan kuliah gratis, generasi muda Kalimantan Tengah diharapkan bisa lebih percaya diri dalam membangun daerahnya.
Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan putra-putri daerah yang memiliki daya saing tinggi, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global, selaras dengan semangat Indonesia Raya dan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045.
(vi/matakalteng)
FOTO: IST/MATAKALTENG – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat memimpin rapat koordinasi.






















Discussion about this post