PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Sugianto Sabran, menegaskan bahwa pemerintah provinsi (Pemprov) telah menyiapkan lahan seluas satu juta hektare di tujuh kabupaten untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Lahan tersebut termasuk wilayah Food Estate Kapuas dan Pulang Pisau yang akan menjadi fokus pengembangan pertanian.
Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini juga memastikan, bahwa efisiensi penggunaan lahan, pemerintah daerah akan mencabut Hak Guna Usaha (HGU) yang tidak dimanfaatkan dan izin lainnya yang tidak digarap. Langkah ini diambil agar potensi lahan dapat dimaksimalkan dan membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat setempat.
“Kita akan mendapat tambahan luas lahan hampir satu juta hektare dalam dua tahun dari 2025. Ini semua melibatkan pengusaha yang saat ini sedang diusahakan oleh pemerintah pusat, dengan pembiayaan dari APBN. Ada juga rencana penanaman Padi Gogo di Kabupaten Murung Raya,” ujar Sugianto, Minggu 26 Januari 2025.
Pemerintah Provinsi Kalteng juga mendukung program pemerintah pusat untuk menjadikan wilayah ini sebagai salah satu lumbung pangan Indonesia. Di antaranya dengan prioritas cetak sawah seluas 502.362 hektare yang mencakup Kabupaten Katingan, Kapuas, Pulang Pisau, Barito Selatan, Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Kota Palangka Raya.
Selain itu, pengembangan lahan pertanian di wilayah Pulang Pisau juga terus dilakukan, terutama untuk tanaman padi, hortikultura, dan jagung. Menurut Slamet Untung, mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau, yang kini fokus mendukung petani di Food Estate, saat ini ada sekitar 250 hektare tanaman jagung yang tengah dibudidayakan. Meskipun demikian, ada beberapa tantangan, seperti masalah mutu benih dan ketersediaan pupuk untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Dengan adanya berbagai inisiatif ini, diharapkan Kalimantan Tengah dapat berkontribusi lebih besar dalam memastikan ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan lahan yang lebih efektif dan peningkatan produksi pertanian.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post