SAMPIT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit melakukan observasi lokasi kemunculan orang utan di wilayah kecamatan Baamang Tepatnya di Jalan Walter Hugo, Kota Sampit.
“Kami telah menerima laporan kemunculan orang utan di sekitar areal perumahan warga dan berdasarkan keterangan warga orang utan ini telah muncul sekitar 4 kali di areal ini,” kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Minggu 26 Januari 2025.
Lanjutnya, orang utan itu muncul di area semak belukar yang berbatasan langsung dengan perumahan di mana pada area tersebut terdapat kebun nanas yang masih berbuah, sehingga kemungkinan besar orang utan diduga tengah mencari makan di areal itu.
“Sementara ini Kami menghimbau agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat mengancam satwa liar atau memancingnya seperti memberi makan atau mendekati terlalu dekat,” ujarnya. Tambah Muri, pihaknya akan melakukan penanganan terhadap orang utan tersebut dalam waktu dekat demi keselamatan satwa dan warga sekitar.
Sementara itu warga sekitar Ansari menyampaikan, pada awal melihat kehadiran orangutan tersebut warga mengira itu adalah monyet yang bersembunyi. Namun ternyata saat melihat ukuran yang begitu besar yang muncul adalah orang utan.
“Ini merupakan kedua kalinya saya melihat kemunculan di dekat perumahan. Bahkan jaraknya tidak jauh dari rumah saya hanya sekitar 100 meter,” bebernya. Dia berharap orang utan ini segera dievakuasi oleh instansi terkait karena ia khawatir hewan yang dilindungi ini diburu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post