PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perkebunan kembali melaksanakan Rapat Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Produksi Petani Pekebun untuk periode I bulan Januari 2025.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (Lohsar), Achmad Sugianor, yang mengungkapkan bahwa harga TBS Kalteng masih lebih tinggi dibandingkan dengan harga TBS di dua provinsi penghasil kelapa sawit lainnya di Kalimantan, yaitu Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. “TBS Kalteng masih cukup tinggi bila dibandingkan dengan harga TBS di Kalbar dan Kaltim,” ujar Achmad Sugianor,
Berdasarkan data realisasi kontrak penjualan CPO dan Inti Sawit (PK/Palm Kernel) yang dikirimkan perusahaan antara 1 hingga 15 November 2025, perhitungan indeks “K” dan harga pembelian TBS untuk periode I bulan Januari 2025 ini telah ditetapkan. Harga CPO ditetapkan sebesar Rp14.154,91 per ton, sementara harga Inti Sawit (PK/Palm Kernel) sebesar Rp11.017,52 per ton dengan indeks “K” sebesar 91,58%.
Hasil perhitungan tim Pokja Penetapan Harga TBS menetapkan harga TBS kelapa sawit untuk semua umur tanaman sebagai berikut:
– Umur 3 tahun: Rp2.458,42 per kg
– Umur 4 tahun: Rp2.683,28 per kg
– Umur 5 tahun: Rp2.899,36 per kg
– Umur 6 tahun: Rp2.983,78 per kg
– Umur 7 tahun: Rp3.043,56 per kg
– Umur 8 tahun: Rp3.177,38 per kg
– Umur 9 tahun: Rp3.261,50 per kg
– Umur 10-20 tahun: Rp3.362,36 per kg
Achmad berharap harga yang telah ditetapkan ini dapat diterima dengan wajar oleh pekebun mitra dan dibayarkan oleh perusahaan, guna mendukung kesejahteraan petani kelapa sawit di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Dinas Perkebunan Kalteng yang diwakili oleh Plt Sekretaris Dinas Perkebunan Kalteng, Muhamad Rusan, menerima kunjungan dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Agnes Widiastuti, di ruang rapat Kadisbun Kalteng.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam rangka meningkatkan ketersediaan serta kualitas data statistik terkait sektor perkebunan dan industri pengolahan hasil perkebunan di Kalteng. Agnes Widiastuti menyampaikan bahwa sektor pertanian, khususnya subsektor perkebunan, memegang peranan penting dalam perekonomian Kalimantan Tengah, yang pada tahun 2023 telah menyumbang 14,66% PDRB Kalteng.
“Sektor industri pengolahan, yang mayoritas bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit, menyumbang 15,56% PDRB provinsi tersebut,” sebut Agnes, baru-baru ini. Dia juga mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara BPS dan Dinas Perkebunan, dengan memanfaatkan data statistik sektoral yang telah dikumpulkan, seperti Publikasi Buku Besar Perkebunan, sebagai data pendukung untuk perhitungan statistik perkebunan BPS.
Kolaborasi ini juga melibatkan pemanfaatan data produksi dan harga Tandan Buah Segar (TBS) serta CPO untuk mendukung survei IBS (Industri Besar dan Sedang) yang dilakukan oleh BPS. Agnes berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan mendapatkan dukungan dari Dinas Perkebunan untuk memastikan perusahaan perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berpartisipasi dalam penyediaan data yang dibutuhkan dalam survei BPS.
Plt. Sekretaris Dinas Perkebunan Kalteng, Muhamad Rusan, dalam sambutannya, menyatakan bahwa subsektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, memiliki potensi besar untuk pengembangan perekonomian Kalteng dan Indonesia. “Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi utama penghasil kelapa sawit di Indonesia, yang menempati urutan ketiga setelah Riau dan Kalimantan Barat dalam hal luas perkebunan kelapa sawit,” tekan Rusan.
Selain kelapa sawit, Rusan juga menyoroti potensi komoditas lain di Kalteng seperti karet, kelapa dalam, kakao, dan kopi. Ia menegaskan bahwa Dinas Perkebunan siap untuk terus mendukung penyediaan data yang dibutuhkan oleh BPS untuk menghasilkan data statistik yang akurat dan berkualitas. Pada akhir acara, Muhamad Rusan menerima penghargaan dari Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, atas kontribusi Dinas Perkebunan Kalteng sebagai mitra strategis dalam penyediaan data sektoral subsektor perkebunan.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post