PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengajukan permintaan penambahan kuota elpiji subsidi untuk mengatasi kelangkaan yang kerap terjadi di sejumlah daerah, khususnya di wilayah pedalaman.
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menyampaikan bahwa tingginya permintaan elpiji subsidi di provinsi ini tidak sebanding dengan kuota yang tersedia.
Menurut Yuas, kebutuhan elpiji subsidi terus meningkat, dipicu oleh tekanan ekonomi pasca-pandemi dan pertumbuhan jumlah penduduk yang signifikan. Kelangkaan ini tak hanya mempengaruhi rumah tangga, tetapi juga mengganggu sektor usaha kecil yang sangat bergantung pada bahan bakar bersubsidi.
“Distribusi elpiji subsidi sering kali tidak mencukupi, terutama di wilayah pedalaman,” ujarnya, Selasa (14/1).
Pemerintah daerah, kata Yuas, telah bekerja sama dengan Pertamina untuk melakukan pemetaan kebutuhan elpiji di berbagai wilayah. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar usulan penambahan kuota subsidi kepada pemerintah pusat. Yuas juga menekankan pentingnya pengawasan distribusi agar subsidi tepat sasaran, guna mencegah penyalahgunaan.
Selain itu, Yuas mengusulkan pengembangan energi alternatif di Kalimantan Tengah sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada elpiji subsidi. Hal ini diharapkan dapat menciptakan ketahanan energi yang lebih berkelanjutan di wilayah tersebut.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, Yuas optimistis bahwa kebutuhan energi masyarakat Kalimantan Tengah dapat terpenuhi tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan. Pemerintah daerah berharap agar usulan penambahan kuota elpiji subsidi dapat segera direalisasikan demi mendukung kesejahteraan masyarakat.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post