PALANGKA RAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pemenuhan gizi siswa mulai dilaksanakan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Program yang mengedepankan penyediaan makanan bergizi ini telah diuji coba di 16 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA, dengan 3.039 siswa sebagai penerima manfaat.
Pada tahap awal pelaksanaan, program ini mencakup tiga TK, sembilan SD, dua SMP, dan dua SMA. Salah satunya adalah SDN 1 Bukit Tunggal di Kecamatan Jekan Raya, yang melayani 412 siswa. Menu yang disajikan disusun oleh ahli gizi dengan memperhatikan kebutuhan kalori dan gizi seimbang sesuai usia siswa. Pada hari pertama pelaksanaan, menu yang diberikan terdiri dari nasi, ayam karage, capcai, buah pisang, tahu, dan telur rebus.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bukit Kenanga, Novriyan, mengungkapkan bahwa menu tersebut disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak-anak. “Menu ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kalori siswa sesuai usia mereka,” ujarnya.
Meskipun program berjalan sukses di Palangka Raya, pelaksanaan serupa di kabupaten lain seperti Kapuas, Seruyan, dan Kotawaringin Timur menghadapi kendala terkait stok ompreng (kotak makan berbahan stainless), yang habis di pasaran karena permintaan yang tinggi dari lebih dari 200 SPPG di seluruh Indonesia.
Koordinator SPPG Provinsi Kalimantan Tengah, Elisa Agustino, menjelaskan, satu SPPG membutuhkan 3.500 ompreng, dan stok nasional telah terkendala. “Saat ini, kami masih menunggu arahan dari pemerintah pusat untuk ketersediaan ompreng,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, memastikan bahwa program ini diterima dengan baik oleh siswa. “Distribusi makanan berjalan lancar, meski ada sedikit sisa makanan, terutama sayuran, yang berasal dari siswa kelas 1 SD,” kata Jayani. Ia berharap siswa akan semakin terbiasa dengan menu sehat ini seiring berjalannya waktu.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Widanarni, menyatakan bahwa pemerintah provinsi berencana bekerja sama dengan koperasi lokal untuk memastikan pasokan bahan pangan yang cukup untuk program ini. “Kami akan mendata koperasi-koperasi yang dapat menjadi mitra penyedia bahan pangan,” ujar Sri.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Reza Prabowo, menyampaikan bahwa program MBG diharapkan dapat berkembang lebih luas. “Saat ini, kami baru melibatkan dua SMA, yakni SMA Karya dan SMA Garuda, namun ke depannya kami berencana menambah kuota penerima manfaat, terutama di Palangka Raya,” paparnya.
Program ini dirancang untuk membantu siswa yang sering melewatkan sarapan sebelum berangkat sekolah. Berdasarkan survei internal, banyak siswa SD di Palangka Raya yang tidak sempat sarapan karena jadwal masuk sekolah yang pagi. Oleh karena itu, makanan diberikan saat istirahat pertama untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, pemerintah optimis program MBG akan berhasil meningkatkan gizi anak-anak sekolah di Kalimantan Tengah, tidak hanya di Palangka Raya, tetapi juga di seluruh provinsi.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post