PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, melalui Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus (PPK), Roslita, mengungkapkan bahwa nomenklatur seluruh Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kalimantan Tengah akan diubah menjadi Sekolah Khusus (SKH).
Perubahan ini diharapkan semakin memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan pendidikan inklusif yang berkualitas bagi seluruh masyarakat. “Perubahan nomenklatur ini akan selesai 100% pada bulan Maret mendatang,” ujar Roslita, Jumat 3 Januari 2025.
Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih representatif bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus, serta mencerminkan perkembangan dan pemahaman baru terhadap inklusivitas dalam dunia pendidikan.
Selain itu, Disdik Kalteng juga akan mengoptimalkan keberadaan Unit Layanan Disabilitas (ULD) sebagai pusat layanan terpadu untuk mendukung masyarakat berkebutuhan khusus. ULD, yang akan berpusat di Huma Berkah, Jalan Tjilik Riwut Km 5, Palangka Raya, akan melibatkan berbagai dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos), dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), dalam memberikan layanan yang komprehensif.
Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk mendukung operasional ULD. “ULD juga akan memiliki SOP, struktur organisasi, dan surat keputusan (SK) langsung dari gubernur untuk memastikan kelancaran operasionalnya,” tambah Roslita.
Untuk memastikan kelancaran operasional ULD, Disdik Kalteng mengajak masyarakat, terutama mereka yang berlatar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB), untuk bergabung dalam program ini. “Masyarakat yang berkontribusi akan diberikan insentif tambahan,” jelasnya. Selain itu, ULD akan dilengkapi dengan fasilitas memadai dan melibatkan organisasi terapis untuk memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat berkebutuhan khusus.
Disdik Kalteng juga berencana melakukan publikasi besar-besaran guna memastikan masyarakat mengetahui keberadaan dan manfaat ULD. Dengan sinergi berbagai pihak, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat berkebutuhan khusus di Kalimantan Tengah. “Mari kita sukseskan bersama program ini demi masa depan yang lebih inklusif,” tutup Roslita.
(vi/mtakalteng)






















Discussion about this post