PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) yang membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029, yang diselenggarakan di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto, Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta.
Pada kegiatan tersebut, Wagub Edy Pratowo didampingi oleh Perencana Ahli Madya yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappedalitbang Provinsi Kalteng, Luqman Alhakim. Musrenbangnas ini juga dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang memberikan arahan terkait pelaksanaan RPJMN 2025-2029.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya konsep Ekonomi Pancasila sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan nasional. Ekonomi Pancasila, menurutnya, adalah penggabungan antara ekonomi pasar bebas dan ekonomi yang terencana, yang mendukung asas kekeluargaan tanpa menganut paham neoliberal yang berlaku di negara-negara Barat.
“Tradisi perencanaan pembangunan ini sudah tertanam sejak era Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto, dan terus menjadi komitmen bangsa Indonesia untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Musrenbangnas kali ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri dan Menteri Koordinator Kabinet Merah Putih, serta jajaran petinggi dari MPR, DPR, DPD RI, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala BIN M. Herindra, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dalam laporannya menyampaikan bahwa Musrenbangnas ini bertujuan untuk memastikan bahwa perencanaan dalam RPJMN 2025-2029 dapat dilaksanakan secara efektif dan optimal. RPJMN ini, menurutnya, menjadi fondasi penting bagi pencapaian Indonesia Emas 2045.
Bagi Pemerintah Provinsi Kalteng, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan penyelarasan perencanaan serta sinkronisasi program-program antara pemerintah pusat dan daerah, agar pembangunan yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik.
Sementara itu, Wagub Edy Pratowo menyampaikan bahwa melalui Musrenbangnas ini, pihaknya dapat mendengarkan langsung arahan dan pemikiran dari kepala negara mengenai langkah-langkah pembangunan nasional. “Melalui Musrenbangnas ini, kita mendengarkan langsung pemikiran dan arahan kepala negara, yang merupakan pengejawantahan dari 8 Astacita,” ujar Edy Pratowo.
Edy menjelaskan bahwa Astacita merupakan misi dan langkah kebijakan yang harus dijalankan oleh pemerintah pusat hingga pemerintah daerah untuk mewujudkan visi besar negara, yaitu “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045.”
Dia juga menambahkan bahwa semangat dan nawaitu pemerintah pusat dan daerah selaras, dengan fokus pada pencapaian cita-cita besar bangsa, yaitu kemakmuran dan kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menyelaraskan visi pembangunan untuk mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045, di mana perencanaan yang matang dan terintegrasi menjadi kunci utama dalam mencapainya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post