PALANGKA RAYA – Program Coordinator Resilient Sustainable System for Health (RSSH) Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, Sofia Wirda Antemas, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, menyampaikan bahwa pembangunan kesehatan merupakan bagian penting dalam strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM). Tujuannya adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan, peningkatan promotif dan preventif, pemberdayaan masyarakat, perlindungan finansial, serta pemerataan pelayanan kesehatan.
Sofia menjelaskan, Kementerian Kesehatan saat ini tengah melaksanakan Transformasi Layanan Kesehatan Primer, yang fokus pada penguatan pelayanan kesehatan dasar (Primary Health Care). Program ini mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif, didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi, serta dilakukan dengan pendekatan integrasi layanan kesehatan primer, pemberdayaan masyarakat, dan kerja sama multisektor.
“Layanan kesehatan primer kini berfokus pada kewilayahan, dengan Puskesmas di tingkat kecamatan bertanggung jawab atas layanan kesehatan di wilayahnya, serta mendekatkan akses layanan kepada masyarakat melalui Puskesmas Pembantu di desa/kelurahan dengan tenaga kesehatan dan kader,” kata Sofia, Selasa 19 November 2024.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa transformasi ini juga mengutamakan pendekatan siklus hidup, dengan penguatan upaya promotif dan preventif. Layanan kesehatan akan lebih dekat dengan masyarakat melalui jejaring Posyandu hingga tingkat Dusun, RT, dan RW.
Sebagai bagian dari upaya mempercepat layanan kesehatan yang memadai, Kementerian Kesehatan juga mengusulkan proyek *Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia* (SOPHI), yang bertujuan untuk memperkuat sistem layanan kesehatan primer di Indonesia. Program ini mencakup penataan Posyandu Programatik, seperti Posyandu KIA, Posyandu Lansia, Posyandu Remaja, dan Posbindu PTM, yang akan memberikan layanan kesehatan sesuai dengan siklus kehidupan masyarakat, dari ibu hamil, bayi, balita, anak-anak, remaja, hingga lansia.
Untuk memastikan layanan tersebut terintegrasi dengan baik, perlu dilakukan peningkatan keterampilan kader Posyandu. Kader Posyandu berperan sebagai penggerak, penyuluh, dan pencatat yang mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh sasaran siklus kehidupan melalui 25 keterampilan dasar kader.
“Pelatihan Keterampilan Dasar Kader Posyandu Provinsi Kalimantan Tengah, yang didanai oleh Proyek Penguatan Kesehatan Primer Indonesia (SOPHI), diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah yang telah terakreditasi,” tutup Sofia.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan layanan kesehatan yang lebih merata dan terintegrasi, sehingga masyarakat Kalimantan Tengah dapat menikmati akses kesehatan yang lebih baik dan menyeluruh.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post