SAMPIT – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, Hj. Sunarti, mengungkapkan bahwa pembangunan pabrik beras berskala besar di Desa Lempuyang, Kabupaten Kotawaringin Timur, akan memberikan dampak positif bagi petani lokal. Dengan adanya pabrik ini, hasil panen gabah para petani tidak perlu dijual keluar, karena gabah dapat langsung diproses di tempat.
“Dengan adanya pabrik ini, hasil panen bapak/ibu tidak perlu dijual keluar. Gabah dapat diproses langsung di pabrik ini, sehingga di sini nanti akan menjadi industri perberasan yang dapat menampung hasil panen dari Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan,” ujar Hj. Sunarti, baru-baru ini.
Pembangunan pabrik ini telah direncanakan sejak 2023 dan mulai dieksekusi pada 2024. Pabrik ini dijadwalkan untuk melakukan uji coba penggilingan padi pada bulan Desember mendatang. Selain pabrik di Desa Lempuyang, terdapat dua lokasi pabrik beras di Kalimantan Tengah, yakni RMP (Rice Milling Plant) di Kotim yang menggiling gabah menjadi beras, dan RTR (Rice to Rice) di Pulang Pisau yang meningkatkan kualitas beras menjadi premium.
Hj. Sunarti berharap, keberadaan pabrik ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para petani, tetapi juga dapat menyerap tenaga kerja lokal dan mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar. “Harapannya pabrik ini dapat menyerap tenaga kerja dan mendongkrak ekonomi masyarakat, seperti yang diinginkan oleh Bapak Gubernur,” tambahnya.
Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kotawaringin Timur, H. Shalahuddin, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, atas dukungannya dalam alokasi anggaran untuk pembangunan pabrik tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur Kalteng, H. Sugianto Sabran, karena Desa Lempuyang mendapat alokasi anggaran untuk membuat pabrik ini. Hal ini semua tidak lepas dari keinginan beliau agar padi kita diolah di sini,” kata H. Shalahuddin.
H. Shalahuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Hj. Sunarti dan Dinas TPHP Provinsi Kalteng yang telah membantu proses pembuatan pabrik tersebut. “Harapan kami, semoga pabrik ini dapat bermanfaat bagi kita semua,” tambahnya.
Selain itu, H. Shalahuddin mengingatkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Pilkada yang akan datang, serta mengimbau untuk hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 27 November 2024 untuk memilih Gubernur dan Bupati sesuai dengan hati nurani masing-masing.
Sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat, pemerintah juga akan membagikan sembako dengan harga tebus murah sebesar Rp20.000,-, yang telah disepakati untuk dibayar oleh pemerintah, sehingga masyarakat bisa membawa sembako tersebut secara gratis.
Dengan selesainya pembangunan pabrik ini, diharapkan pabrik beras di Desa Lempuyang akan dapat meningkatkan perekonomian lokal, menyerap tenaga kerja, dan memberikan manfaat yang besar bagi petani setempat, serta mendukung tercapainya swasembada pangan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.
(Vi/matakalteng)






















Discussion about this post