PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengadakan kegiatan Orientasi bagi Petugas Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Kabupaten/Kota yang berlangsung di Hotel Aquarius Palangka Raya. Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Fery Iriawan, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kalteng.
Dalam sambutannya, Fery menyampaikan bahwa pertemuan ini memiliki arti penting, mengingat isu kesehatan lingkungan merupakan aspek fundamental dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ia menekankan bahwa lingkungan yang sehat tidak hanya mendukung kenyamanan hidup, tetapi juga berperan sebagai benteng dalam pencegahan berbagai penyakit berbasis lingkungan seperti diare, DBD, ISPA, penyakit kulit, hepatitis, dan typhus.
Sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, Fery menjelaskan tentang program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yang berfokus pada pencapaian lima pilar, dengan Pilar Satu yang menargetkan pengentasan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Program ini bertujuan untuk menciptakan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat, meskipun tantangan besar masih dihadapi, terutama dalam meningkatkan akses sanitasi yang layak.
“Data menunjukkan bahwa akses sanitasi untuk Stop BABS di Kalteng sudah mencapai 55,79% dengan beberapa kabupaten, seperti Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Barito Utara, telah melampaui target 80%. Kami berharap kabupaten lainnya juga dapat mencapai target minimal 80% desa Stop BABS sebagai salah satu syarat untuk penilaian Kabupaten/Kota Sehat,” tambah Fery, Selasa, 19 November 2024.
Selain itu, Fery juga menyoroti pentingnya pelaksanaan pemeriksaan Kualitas Air Minum Rumah Tangga (KAMRT) oleh Puskesmas, serta rendahnya capaian pemeriksaan kualitas air oleh Kabupaten yang baru mencapai 35%. Beberapa kabupaten, seperti Seruyan, Pulang Pisau, dan Murung Raya, bahkan belum mencapai target sama sekali.
Kesehatan lingkungan lainnya, seperti Penyehatan Pangan, juga menjadi perhatian penting. Program ini bertujuan untuk mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan dengan mengawasi Tempat Pengelolaan Pangan (TPP). Selain itu, pengawasan terhadap fasilitas umum seperti sekolah, Puskesmas, dan pasar juga menjadi prioritas pemerintah.
Fery berharap kegiatan orientasi ini dapat meningkatkan pengetahuan para petugas kesehatan lingkungan di tingkat kabupaten/kota, sehingga mereka dapat lebih efektif dalam melakukan pemantauan dan pengawasan kesehatan lingkungan di wilayah masing-masing.
Semoga, dengan peningkatan kapasitas para petugas, program-program kesehatan lingkungan dapat lebih optimal dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan lingkungan yang bersih di Provinsi Kalimantan Tengah.
(Vi/matakalteng)






















Discussion about this post