PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengapresiasi sektor pertanian yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan.
Dukungan dari para petani, kelembagaan pertanian, dan para penyuluh, serta keberhasilan program hilirisasi yang diselenggarakan melalui sejumlah pembangunan, telah memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk pertanian dan peternakan di Kalteng.
Pembangunan pabrik penggilingan padi modern di Kabupaten Kotawaringin Timur, pabrik pengolahan beras asalan menjadi beras premium di Kabupaten Pulang Pisau, serta pabrik pakan ternak dan pembangunan apartemen ayam pedaging dan petelur, menunjukkan bahwa Kalteng telah melakukan terobosan yang signifikan dalam pengembangan sektor pertanian.
“Penguatan sektor pertanian harus terus menjadi fokus utama dalam pembangunan daerah untuk membangun kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar gubernur, baru-baru ini.
Kalteng juga bergabung dalam Program Strategis Nasional Food Estate atau Lumbung Pangan Nasional, di mana Kalteng menjadi salah satu dari 5 provinsi yang akan menjadi Lumbung Pangan Nasional. Hal itu membuktikan bahwa Kalteng memiliki potensi besar untuk menjadi lokomotif kemajuan dan kemakmuran di wilayah tersebut.
“Melalui Food Estate, akan tercipta multiplier effect yang membawa manfaat positif bagi pengusaha dan puluhan ribu tenaga kerja di Kalteng,” lanjut gubernur.
Gubernur Sugianto pun mendorong para pemuda-pemudi Isen Mulang Kalteng untuk menjadi petani muda dan mengambil bagian dalam program-program pertanian. Ia percaya bahwa langkah ini akan membawa kontribusi besar bagi pengembangan sektor pertanian dan meningkatkan kemandirian pangan di wilayah tersebut.
Tentu saja, pembangunan dan pengembangan sektor pertanian tidak dapat dilakukan tanpa dukungan dari semua pihak. Oleh karena itu, Gubernur Kalteng mengajak seluruh pihak untuk turut mendukung program-program ketahanan pangan di wilayah tersebut.
“Mari bersama-sama membangun pertanian yang kuat dan berkelanjutan, sehingga dapat menciptakan kemandirian pangan, meningkatkan perekonomian daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ajak Gubernur Sugianto.
Sebagai informasi pada Pembukaan Jambore Tani Tahun 2024, Gubernur juga menyerahkan simbolis Kartu Tani kepada perwakilan petani. Kartu Tani merupakan program Pemprov Kalteng guna membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian.
Kartu Tani diberikan pada sekitar 40 ribu petani se-Kalteng berupa tabungan sebesar Rp 500 ribu guna mengadakan sarana prasarana pertanian.
Selain itu, diserahkan pula simbolis eksavator kepada sejumlah kelompok tani dan hadiah Posyandu terbaik Provinsi Kalteng Tahun 2024.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post