PALANGKA RAYA – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Kalimantan Tengah sukses menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Cerita Daerah Kalimantan Tengah Tahun 2024, yang diikuti oleh 38 peserta dari SMA/SMK/MA se-kota Palangka Raya.
Lomba tersebut bertujuan untuk mengembangkan koleksi perpustakaan daerah berdasarkan kearifan lokal, serta mendorong minat masyarakat dalam memperdalam pengetahuan tentang budaya daerah Kalimantan Tengah.
Pelaksana Harian Kepala Dispursip, Arthur Mukkun, menjelaskan bahwa penyelenggaraan lomba ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas koleksi perpustakaan daerah, serta mengembangkan perpustakaan sebagai pusat penelitian kekayaan budaya daerah.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menggerakkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih aktif dalam literasi, membaca, menulis, dan bercerita, sehingga melahirkan lebih banyak penulis berbakat dari Kalimantan Tengah yang dapat mengharumkan nama daerah di kancah nasional dan internasional,” ujar Arthur.
Ketua Panitia Penyelenggara, Karlina Batik, menekankan pentingnya perpustakaan sebagai wahana pendidikan, penelitian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan masyarakat.
“Tujuan dari lomba ini adalah untuk mengembangkan potensi masyarakat agar menjadi manusia yang beriman, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab,” ucap Karlina.
Lebih lanjut, upaya pengembangan perpustakaan deposit daerah merupakan langkah strategis untuk melestarikan kekhasan daerah dan kekayaan budaya Kalimantan Tengah. Dengan adanya koleksi buku tentang cerita daerah yang diterbitkan dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, diharapkan budaya dan kearifan lokal Kalimantan Tengah dapat diakses dan diapresiasi tidak hanya oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga oleh masyarakat internasional.
“Melalui kolaborasi antara penulis, akademisi, dan pemerintah daerah, diharapkan bahwa lomba ini akan menghasilkan karya-karya yang bernilai dan bermanfaat bagi pembangunan budaya dan literasi di Kalimantan Tengah. Dengan demikian, perpustakaan daerah akan terus menjadi tempat penelitian, referensi, dan pelestari kekayaan budaya daerah untuk generasi mendatang,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post