PALANGKA RAYA – Kepala Bapeddalitbang Kalimantan Tengah (Kalteng), Leonard S. Ampung, mengungkapkan bahwa Kalteng akan berperan sebagai mitra penting dalam pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) guna memastikan pemerataan pembangunan di Kawasan Timur Indonesia, terutama di Kalteng.
Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk merealisasikan target ekonomi Indonesia dan Kalteng pada tahun 2045, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kalteng Tahun 2025-2045, yang bertujuan mencapai Indonesia Emas dan Kalteng Tangguh 2045.
“Dalam penyusunan RPJPD, terdapat penyelarasan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Ini mencakup visi Indonesia Emas dengan lima sasaran visi, delapan misi pembangunan, 17 arah pembangunan, dan 45 indikator utama. Pembangunan Kalimantan Tengah akan mengikuti visi nasional “Indonesia Emas 2045” dan visi daerah “Kalimantan Tengah Tangguh 2045,” yang mencakup aspek bermartabat, berkah, maju, dan berkelanjutan,” jelas Leonard, Selasa 10 September 2024.
Ia menambahkan untuk tahun 2025, RKPD Kalteng akan mengacu pada dokumen RPJPD dan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) serta RPJMN 2025-2029. Tema pembangunan untuk wilayah Kalimantan adalah “Superhub Ekonomi Nusantara,” sedangkan Kalimantan Tengah akan fokus pada “Lumbung Pangan Nasional dan Pusat Konservasi Internasional.”
Dalam konteks ini, Kalteng akan meningkatkan kapasitas Food Estate yang ada di Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Gunung Mas, dan lainnya, serta menciptakan lumbung pangan baru di kabupaten/kota.
“Selain itu, provinsi ini juga akan mengembangkan Taman Nasional Tanjung Puting dan Taman Nasional Sebangau sebagai bagian dari upaya menjadi pusat konservasi internasional,” ungkapnya.
Leonard menekankan pentingnya pengembangan dan pengoptimalan Taman Nasional dan hutan di Kalimantan Tengah untuk menjadi pusat konservasi daerah dan internasional.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post