PALANGKA RAYA – Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo menekankan pentingnya Program 5.000 Rumah Guru Berkah sebagai bentuk apresiasi dari Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, terhadap para guru di wilayah tersebut. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru di samping pemberian tunjangan dan insentif.
Reza menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT. Bank Kalteng, di mana Gubernur Kalteng berperan sebagai pemegang saham pengendali.
“Pak Gubernur mampu memberikan intervensi kebijakan yang meringankan para guru dalam memiliki rumah,” kata Reza, Selasa 3 Agustus 2024.
Pemerintah Provinsi Kalteng menyediakan uang muka (DP) 0% dan subsidi sebesar Rp10 juta per orang per rumah. Selain itu, bunga kredit dikurangi menjadi 7% selama dua tahun pertama dan 9% untuk tahun-tahun berikutnya. Program ini juga menyediakan grace period selama tiga bulan, memberi kesempatan bagi guru untuk melengkapi perabotan rumah tangga sebelum memulai cicilan.
Tipe rumah yang disediakan bervariasi, mulai dari tipe 36 hingga 70, disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan guru. Program ini diharapkan dapat membentuk pusat-pusat ekonomi baru di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Awalnya ditujukan untuk guru SMA, SMK, dan SLB, cakupan program ini diperluas untuk mencakup guru SD dan SMP, dengan total lebih dari 42.000 guru berpotensi mengikuti.
Reza juga menegaskan bahwa meskipun status guru masih honorer, mereka tetap bisa mengikuti program ini, terutama jika memiliki usaha tambahan seperti kebun kelapa sawit. Bank Kalteng akan menilai kelayakan peserta.
Program ini mendapat sambutan positif dari para guru, termasuk Kristina, seorang guru dari Kabupaten Gunung Mas.
“Program 5.000 Rumah ini sangat memudahkan guru-guru, terutama yang masih tinggal di rumah dinas, untuk memiliki rumah sendiri tanpa harus menabung bertahun-tahun,” katanya.
Namun, Kristina juga mencatat bahwa sosialisasi program masih kurang di pelosok Kalimantan Tengah. Dia berharap pemerintah akan meningkatkan upaya sosialisasi agar lebih banyak guru di daerah terpencil dapat memanfaatkan program ini.
Kristina menutup komentarnya dengan harapan agar program ini dapat berlanjut, mengingat masih banyak guru yang memerlukan bantuan kesejahteraan.
“Meskipun sudah menerima gaji dan tunjangan, rasanya belum cukup untuk membeli rumah. Program ini adalah bentuk apresiasi yang sangat baik untuk guru-guru, terutama yang mengajar di pelosok,” pungkas Kristina.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post