PALANGKA RAYA – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (BPBPK) Kalteng, Ahmad Toyib, menyampaikan bahwa beberapa wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah mulai mengalami peningkatan aktivitas kebakaran lahan (kerhan).
Oleh karena itu, Pos Lapangan Satgas Pengendalian Karhutla di Kabupaten/Kota harus meningkatkan kesiapsiagaan serta menyampaikan perkembangan terkini dari lapangan termasuk kendala yang dihadapi.
“Terdapat 13 titik hotspot yang terpantau, yakni di Kabupaten Barito Selatan ada tiga titik, Kapuas ada satu titik, Lamandau ada tujuh titik, Murung Raya ada satu titik, dan di Palangka Raya ada satu titik,” ujar Toyib, Kamis 18 Juli 2024.
Berdasarkan paparan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, update kondisi cuaca dan hotspot di Kalteng untuk hari ini menunjukkan bahwa Fine Fuel Moisture Code (FFMC) menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan ringan mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah.
Toyib menambahkan meskipun Pos Lapangan yang berada di Kabupaten/Kota merupakan dukungan dari pemerintah Provinsi dalam hal ini dikoordinir oleh BPBPK Provinsi, namun Pos Lapangan ini diharapkan tetap dipandu dan dipantau oleh BPBD Kab/Kota.
“Saling berkoordinasi dan saling menopang mendukung satu sama lainnya dalam mewujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap,” imbaunya.
Ahmad Toyib juga mengingatkan petugas untuk menggunakan Alat Pelindung Diri sesuai dengan Standar Operasional Prosedur Pemadaman. BPBD Kab/Kota juga dapat meminta dukungan dari Posko Induk BPBPK Provinsi Kalteng jika terjadi kebakaran lahan yang tidak terkendali agar dapat tertangani dengan baik.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post