PALANGKA RAYA – Jaringan jalan tol di Kalimantan Tengah (Kalteng) semakin berkembang seiring dengan target pemerintah Indonesia untuk membangun 2.800 km jalan tol di Kalimantan pada tahun 2040 berdasarkan Permen PU 367/2023. Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT) turut mendukung pengembangan jaringan jalan tol di Kalteng.
Kepala Bappedalitbang Kalteng, Leonard S. Ampung, mengusulkan agar rencana jalan tol tidak hanya terfokus pada apa yang sudah tercantum dalam Keputusan Menteri 367 Tahun 2023. Ia juga mengharapkan adanya rencana jalan tol yang menghubungkan area Kalimantan Tengah dengan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, serta setiap kabupaten dapat terhubung dalam jaringan jalan tol tersebut, terutama daerah yang mendukung Proyek Strategis Nasional dan Proyek Strategis Daerah.
“Saya menyarankan agar setiap Kabupaten dapat terhubung dalam jaringan jalan TOL tersebut, terutama pada daerah yang dilalui Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Proyek Strategis Daerah di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yang mendukung Ibu Kota Nusantara (IKN),” ungkap Leonard, Senin 1 Juni 2024.
KIAT, sebagai kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia, turut mendukung Direktorat Jenderal Bina Marga dalam mengembangkan master plan jaringan jalan nasional di Kalteng melalui Kegiatan Perencanaan dan Pemrograman Jaringan Jalan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam memperbarui rencana induk jaringan jalan tol di Kalimantan dan memberikan rekomendasi untuk tahapan pembangunan jangka menengah dan panjang,” sebut Pher Edward dari Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT).
Dukungan dari KIAT untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur melalui peningkatan kebijakan, perencanaan, dan penyediaan infrastruktur sangat penting. Kolaborasi ini membantu pemerintah lokal meningkatkan kualitas pengeluaran dan perencanaan infrastruktur agar lebih baik dan teratur.
Diharapkan, pengembangan jaringan jalan tol di Kalteng dapat membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, serta meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post