PALANGKA RAYA – Menjawab tantangan pemindahan Ibukota Negara ke Kalimantan Timur (Timur), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersiap diri untuk menjadi daerah penyangga yang berkualitas. Dukungan ini diungkapkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalteng, Ivo Sugianto Sabran, yang menyoroti perlunya Sumber Daya Manusia (SDM) unggul untuk mendukung keberhasilan relokasi Ibukota.
“Kita tidak ingin hanya menjadi penonton di daerah kita sendiri. Kita butuh SDM berkualitas untuk menopang Ibukota Negara,” ujar Ivo Sugianto Sabran, di Palangka Raya, Selasa 4 Juni 2024.
Ia juga menyoroti dua masalah serius yang tengah dihadapi tidak hanya oleh Provinsi Kalteng, tetapi juga Indonesia secara keseluruhan, yaitu perkawinan usia anak (PUA) dan stunting. Menurutnya, penanganan dua masalah tersebut menjadi krusial dalam membentuk generasi yang berkualitas.
“Dengan mempersiapkan anak-anak kita dari sekarang, kita dapat mempengaruhi kualitas SDM di masa mendatang, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, telah meluncurkan Tabungan Beasiswa (TABE) BERKAH sebagai salah satu langkah konkret untuk mencegah perkawinan usia anak. Lebih dari 13 ribu mahasiswa telah menerima beasiswa tersebut tahun ini, dengan harapan mereka akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi setelah lulus dari SMA/SMK.
“Diharapkan setelah lulus SMA/SMK Sederajat, adik-adik melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah,” ungkap Ivo.
Ivo juga mendorong para pelajar untuk aktif mencari informasi mengenai beasiswa tersebut melalui smartphone mereka. Ini dilakukan agar anak-anak Kalteng memiliki akses pendidikan yang layak dan mampu menjadi SDM yang berkualitas.
“Tidak hanya S1, tapi juga S2 untuk tugas akhir dan mereka yang ingin membuka usaha,” tambahnya.
Sebagai Bunda Forum Anak Daerah Provinsi Kalteng, Ivo Sugianto Sabran menegaskan kembali pentingnya membangun generasi yang sehat dan terhindar dari perkawinan usia anak serta stunting. Ini bertujuan untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan optimal, kesehatan mental, serta keberlanjutan generasi yang tangguh di masa depan.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post