PALANGKA RAYA – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Ivo Sugianto Sabran, menyoroti peran besar anak dalam pembangunan, khususnya dalam menciptakan generasi tangguh, berkualitas, berakhlak, dan berdaya saing. Dalam sebuah pernyataan, Ivo mengungkapkan bahwa anak-anak, terutama saat memasuki usia remaja, memiliki karakteristik khas yang perlu diperhatikan.
“Mereka memiliki tingkat eksplorasi dan rasa ingin tahu yang tinggi, inovatif, kreatif, dan lebih adaptif dengan kemajuan teknologi,” ujar Ivo, Selasa 4 Juni 2024.
Namun demikian, ia juga menekankan bahwa anak-anak rentan terhadap kejahatan, termasuk kekerasan seksual, yang dapat berdampak pada terjadinya perkawinan usia anak dan stunting. Ivo menegaskan perlunya perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak dalam menghadapi risiko tersebut.
Untuk itu, peran guru, sekolah, dan teman sebaya dianggap sangat penting dalam melakukan pendekatan yang efektif untuk mencegah perkawinan usia anak.
“Kita bisa melakukan edukasi kepada para siswa dan teman sebaya untuk mendeteksi lebih dini indikasi kekerasan seksual, sehingga dapat mencegah terjadinya perkawinan usia anak,” papar Ivo.
Perkawinan usia anak, lanjutnya, membawa risiko serius bagi kesehatan, termasuk risiko angka kematian ibu dan bayi serta stunting. Selain itu, dampak psikologis dan ekonomi juga harus dipertimbangkan.
“Dampak negatifnya jauh lebih besar dibanding manfaatnya. Anak-anak ini belum siap secara fisik dan psikis,” tambahnya.
Menyinggung peran teman sebaya dalam perkembangan sosioemosional remaja, Ivo menyoroti pergeseran dari relasi keluarga menjadi relasi yang didominasi oleh teman sebaya. Oleh karena itu, remaja diharapkan dapat membentuk generasi yang berkualitas melalui hubungan pertemanan yang positif.
Selanjutnya, Ivo berharap para pelajar di Kalteng dapat menjadi agen perubahan dan role model dalam masyarakat, serta menjadi agen pembangunan dan pembaharuan dalam pencegahan stunting.
“Generasi berkualitas harus memberikan edukasi untuk mencegah perkawinan usia anak. Mari kita jadi generasi yang peduli dan berperan serta dalam membangun masa depan yang lebih baik,” serunya.
Ivo mengakhiri pernyataannya dengan mengimbau para pelajar untuk tetap disiplin, taat pada peraturan, dan bersikap peduli terhadap kemajuan bersama.
“Ayo kita bersama-sama mencegah perkawinan usia anak demi menciptakan generasi yang unggul, bebas stunting, dan memiliki daya saing,” tegas Ivo Sugianto Sabran.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post