PALANGKA RAYA Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) dan Festival Kuliner Nusantara baru saja ditutup oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, Jumat 24 Mei 204 malam. Acara yang berlangsung selama hampir tujuh hari ini resmi ditutup pada saat acara closing ceremony yang dihadiri oleh ribuan masyarakat di Kompleks Stadion Tuah Pahoe, Jalan Tjilik Riwut KM 5 Palangka Raya.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia penyelenggara dan juga kepada masyarakat Kalimantan Tengah yang telah memberikan dukungan penuh pada acara tersebut. “Malam yang luar biasa, terima kasih kepada panitia penyelenggara dan juga kepada masyarakat Kalimantan Tengah,” ujar Gubernur.
Tidak hanya itu, Gubernur juga berharap acara ini bisa menjadi event tahunan dan terus ditingkatkan dalam hal kualitas penyelenggaraan. Gubernur berharap kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah dapat lebih giat lagi mempersiapkan banyak hal untuk keikutsertaan dalam acara seperti FBIM karena akan ada anggaran hibah bagi kabupaten yang juara umum.
Dalam acara closing ceremony ini, Gubernur juga memberikan penghargaan kepada beberapa pemenang dalam lomba FBIM kali ini. Kabupaten Barito Utara berhasil keluar sebagai juara umum dengan memperoleh 9 medali emas dari berbagai cabang lomba dan mendapatkan uang sebesar Rp 100 juta serta anggaran hibah sebesar Rp 25 M dan piala bergilir. Sedangkan untuk karnaval, juara umumnya diraih oleh Paguyuban Bali Sanggar Sekar Jagad.
Acara FBIM tentu tidak lengkap tanpa adanya hiburan untuk masyarakat yang hadir. Pada acara kali ini, Dewa 19 dengan dua vokalisnya Ello dan Virzha berhasil memukau penonton dengan sejumlah lagu hitsnya. Para penonton pun ikut bernyanyi dan larut dalam kemeriahan acara.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng, Adiah Chandra Sari, menyampaikan bahwa Festival Budaya Isen Mulang dan Festival Kuliner Nusantara yang diadakan di Kalimantan Tengah telah berhasil menyatukan 14 kabupaten atau kota dengan partisipasi 5.691 peserta dari 21 cabang lomba yang dilombakan.

Dalam laporannya pada acara penutupan FBIM dan FKN, Adiah menjelaskan bahwa jumlah peserta tersebut memberikan dampak yang besar pada perputaran ekonomi dan turut terasa oleh masyarakat yang terlibat secara langsung. Dari jumlah peserta tersebut, terdapat 73 mobil hias dan 22 perahu hias, 112 paket jasa sanggar, 215 sewa kostum, 150 jasa pembuatan kostum, dan pemproduksian tari kolosal yang melibatkan ratusan penari.
“Semua aktivitas tersebut memberi kontribusi pada transaksi keuangan sebesar Rp 10 miliar rupiah. Penyelenggaraan FKN berhasil diikuti oleh 40 pelaku usaha kuliner dengan prediksi transaksi keuangan sebesar Rp 200 juta rupiah,” ungkap Adiah, Jumat (25/5) malam.
Di samping itu, FBIM dan FKN Kalimantan Tengah tahun 2024 telah meningkatkan jumlah hunian hotel, wisma, dan penginapan serta memperkirakan transaksi keuangan mencapai Rp 3 miliar rupiah. Perhelatan kali ini juga berhasil memberi peluang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta PKL.
“Sampai akhir kegiatan, tercatat sebanyak 155 pelaku usaha yang berpartisipasi dengan memperkirakan transaksi ekonomi mencapai Rp 4 miliar,” sebutnya. FBIM dan FKN tahun ini menjadi bagian dari Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia dan Bangga Buatan Indonesia, yang berhasil menarik sekitar 90 ribu pengunjung. Bahkan, perolehan transaksi keuangan, barang, dan jasa mencapai kurang lebih Rp 20 miliar rupiah.
“Keberhasilan FBIM dan FKN tahun ini menjadi contoh betapa pentingnya berpartisipasi aktif dalam acara yang melibatkan seluruh masyarakat guna memperkuat perekonomian, khususnya di sektor pariwisata dan kebudayaan,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post