SAMPIT – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membentuk tim khusus untuk mencegah konflik mengatasnamakan Sara di wilayah setempat.
“Kotim ini daerah terbuka, berbagai macam suku, budaya ada di sini. Kita harus menjaga kekayaan itu,” kata Kepala Kesbangpol Kotim, Sanggul Lumban Gaol, Sabtu 25 Mei 2024.
Disampaikan, kekayaan dan keberagaman suku, budaya ini harus dijaga. Karena dengan keberagaman itu mampu membawa Kotim lebih maju. Oleh sebab itu, pembentukan tim khusus itu nantinya yang akan membantu pemerintah daerah dalam pencegahan terjadinya konflik antar suku.
“Sebelumnya kami juga melakukan evaluasi Perda Penanganan Penduduk Dampak Konflik Etnik untuk menjaga keberagaman, namun juga perlu peran serta para tokoh masyarakat yang ada di Kotim,” ujarnya.
Dijelaskan pada tim khusus ini yang menjadi formaturnya adalah para tokoh masyarakat, namun yang akan didorong dalam hal ini adalah Dewan Adat Dayak (DAD) dan Lembaga Musyawarah Dayak Daerah Kalimantan Tengah (LMDDKT).
“Kenapa mereka, karena mereka yang punya tempat di sini. Selain itu juga kita menerapkan falsafah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Jadi meraka ini teknisnya dan yang membantu pemerintah dalam pencegahan konflik antar suku,” terangnya.
Diketahui, Kotim pernah mengalami peristiwa pahit. Dimana pada tahun 2001 silam terjadi konflik etnik lantaran berbeda persepsi dan perselisihan. Peristiwa tersebut cukup banyak memakan korban jiwa, sehingga menjadi perbincangan tidak hanya nasional namun internasional.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post