PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyambut baik rencana Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan untuk menggandeng China dalam pengembangan teknologi padi.
Edy Pratowo, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, menjelaskan bahwa 10 kabupaten di daerah tersebut memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pangan, terutama Kapuas dan Pulang Pisau.
“Optimalisasi lahan rawa dan pompanisasi sebanyak 81 ribu hektare menjadi salah satu bentuk dorongan agar perluasan lahan dan peningkatan produksi padi dapat meningkat,” ujar Edy, Rabu 15 Mei 2024. Edy Pratowo menegaskan bahwa peluang tersebut harus ditangkap dan ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait.
Selain padi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga akan mengembangkan komoditi pangan lainnya, seperti jagung, kedelai, cabai, holtikultura, dan lain sebagainya. “Semua komoditas tersebut dibuka peluangnya untuk dikembangkan oleh petani-petani lokal,” lanjutnya.
Dorongan untuk mengembangkan sektor pertanian di Kalimantan Tengah bukan saja memberikan manfaat bagi petani, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ekonomi daerah. Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat dan pihak China, diharapkan pengembangan sektor pertanian di Kalteng dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi daerah tersebut.
Wagub mengajak masyarakat bersama memanfaatkan peluang yang ada dan memperkuat sektor pertanian Indonesia, khususnya di Kalteng. Semoga kerja sama antara Indonesia dan China ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi petani-petani lokal dan kemajuan daerah,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post