PALANGKA RAYA – Dalam mewujudkan komitmen untuk meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Palangka Raya mengikuti Desk Evaluasi Satuan Kerja menuju WBP yang dilakukan oleh Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal Kemenkumham RI, Selasa, 14 Mei 2024.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Perempuan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pemasyarakatan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) jajaran Kemenkumham Kalteng.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya, Sri Astiana mengungkapkan, bahwa sebelumnya pihaknya telah memperoleh penilaian lembar kerja evaluasi (LKE) terbaik ke-2 UPT Pemasyarakatan se-Indonesia.
“Dengan memperoleh LKE, pihaknya berhak melaju ke tahap penilaian TPI berdasarkan surat perintah sekretaris Dirjenpas Nomor Pas.1-KP.04.01-1241 Tahun 2024 tentang Tim Penilai Pendahuluan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK pada Satuan Kerja Pemasyarakatan Tahun 2024,” ujarnya, saat dihubungi, Rabu, 15 Mei 2024.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melakukan peninjauan sarana prasarana pada area pelayanan publik seperti PTSP, Dapur, Klinik, LPK, Galery Bawi’s Lapupala, dan Kedai Ikei di Lapas Perempuan.
Dijelaskan, proses pembangunan Zona Integritas meliputi manajemen perubahan, Penataan Tatalaksana, Penguatan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan, dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dengan tegas dan lugas.
“Mengenai progres sebelum maupun sesudah pembangunan zona integritas dan inovasi yang dilakukan oleh Lapas Perempuan dilakukan dalam upaya menciptakan pembangunan Zona Integritas menuju WBK,” ungkap Sri Astiana.
“Saran dan masukan yang diberikan oleh TPI untuk penambahan pengendalian penduduk akan segera ditindaklanjuti, dengan segala progres yang telah kami lakukan, besar harapan kami tahun ini Lapas Perempuan Palangka Raya bisa meraih predikat WBK,” imbuhnya.
Sementara itu, Pengendali Teknis Evaluasi Pembangunan ZI WBK/WBBM di lingkungan Kanwil Kemenkumham Kalteng, Aminullah Noor Pakpahan menambahkan, progres pembangunan Zona Integritas yang telah dilakukan oleh Lapas Perempuan sudah dinilai sangat baik.
“Namun, Lapas Perempuan diminta untuk terus meningkatkan dan mengembangkan Progres ZI ini terutama inovasi pemanfaatan teknologi informasi untuk pelayanan kepada publik,” pungkasnya.
(rzl/matakalteng)






















Discussion about this post