PALANGKA RAYA – Belakangan ini, ramai beredar di berbagai grup WhatsApp seputar petisi seruan Mahasiswa Untuk Keadilan (TABE). Tuntutan yang dilakukan adalah adanya pencairan dana selambat-lambatnya sebelum hari Raya Idul Fitri dengan proses yang transparan serta penggunaan buku tabungan jika terkendala kartu ATM.
Sampai berita ini diterbitkan, petisi tersebut telah berhasil memperoleh lebih dari 221 tanda tangan dengan minimum sebanyak 500 tanda tangan. Menanggapi hal ini, Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo memastikan bahwa penyaluran dana akan berjalan lancar dan menekankan pentingnya mahasiswa tetap fokus pada kuliah mereka.
Namun, hal tersebut tidak menjawab kekhawatiran para mahasiswa terkait pencairan dana bantuan. Memang, Reza menjanjikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyaluran dana. “Disdik sendiri akan terus membuka saluran komunikasi untuk mendengar masukan dan memberikan informasi yang diperlukan kepada seluruh pihak terkait,” ujar Reza saat dikonfirmasi, Senin 25 Maret 2024.
Petisi Seruan Mahasiswa Untuk Keadilan (TABE), disertai dengan caption: “Diharapkan teman2 digrup untuk mengisi petisi yang sudah di buat Sebagai solusi banyak yang tidak bisa hadir.maka dibuatkan petisi dan di isi oleh teman2 grup untuk masalah TABE ini,” pesannya.Untuk diketahui, Petisi itu dimulai sejak 23 Maret 2024.
Adapun poin tuntutannya yakni, pertama, Memberikan tanggal dan waktu yang pasti kapan akan dilakukannya pencairan selambat-lambatnya sebelum hari raya idul fitri. Kedua, Transparansi terkait seluruh proses. Ketiga, Tidak melakukan pencairan secara bertahap, dikarenakan proses yang terlalu terbelit-belit,sehingga tidak ingin mengulang cerita yang sama. Keempat, Jika pencairan terkendala karena belum tercetak nya kartu ATM, maka dapat menggunakan buku tabungan saja.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post