PALANGKA RAYA – Luapan banjir masih menggenangi sejumlah daerah di Kalimantan Tengah. Tercatat tiga daerah telah menetapkan status darurat banjir, yakni Lamandau, Kotawaringin Timur, Pulang Pisau Palangka Raya. Banjir terjadi di enam kabupaten/kota, yakni Barito Selatan, Pulang Pisau, Gunung Mas, Murung Raya, Katingan, dan Palangka Raya. Jumlah jiwa yang terdampak mencapai 27.132 jiwa dari 9.257 KK, 3.669 rumah warga, dan 123 fasilitas umum.
Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng, Ahmad Toyib menyebutkan, banyak faktor penyebab terjadinya banjir, salah satunya cuaca ekstrim.
“Musim penghujan telah memasuki wilayah Kalimantan Tengah, dan cuaca kian ekstrem,” ujarnya, Kamis, 14 Maret 2024.
Dia menambahkan, banjir yang terjadi di enam kabupaten/kota ini mengakibatkan 27.132 jiwa dari 9.257 KK, 3.669 rumah warga, dan 123 fasilitas umum terdampak banjir. Banjir di Barito Selatan, berada di Kecamatan Dusun Hilir, dengan ketinggian banjir mencapai 345 centimeter, pada wilayah ini memberi dampak terhadap 5.302 KK, 16.823 Jiwa, 76 unit fasilitas umum, dan 1.993 unit bangunan rumah.
“Di Pulang Pisau banjir terjadi dua kecamatan yakni Sebangau Kuala dan Banama Tingang. Tercatat tinggi air sudah mencapai 101 centimeter. Jumlah warga terdampak sebanyak 1.937 jiwa dan 73 orang mengungsi, 73 jiwa,” sambungnya.
Selanjutnya, di Gunung Mas banjir terjadi di dua kecamatan yakni Kurun dan Tewah, dengan ketinggian air mencapai 100 centimeter, total warga terdampak ada sebanyak 639 KK atau 2.599 jiwa. Di Katingan, banjir terjadi di dua kecamatan yakni Banut Kanalaman dan Katingan Hilir, dengan tinggi air 20 centimeter.
Kemudian, di Kabupaten Murung Raya banjir terjadi di Kecamatan Laung Tuhup, menyebabkan sebanyak 180 KK dan 159 unit bangunan rumah terdampak. Terakhir di Palangka Raya, banjir terjadi di empat kecamatan yakni Jekan Raya, Sabangau dan Bukit Batu.
“Di Kota Palangka Raya tinggi air banjir sudah mencapai 80 centimeter dengan yang terdampak sebanyak 2470 KK atau 5773 jiwa dan fasilitas umum enam unit dan 1.181 unit bangunan rumah terdampak,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post