PALANGKA RAYA – Kepala Bapenda Kalteng, Anang Dirjo menyampaikan, kendala dalam optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pajak, yaitu akurasi data.
Dia menegaskan, bahwa di Kalteng tidak terjadi kebocoran pajak, namun masih ada potensi pendapatan pajak yang belum atau tidak terdata. Hal ini mendorong pihaknya untuk terus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) yang dimilikinya untuk melakukan pendataan.
“Selain pendataan, Bapenda Kalteng juga melakukan upaya-upaya untuk memperbaiki akurasi data perpajakan. Ada kemungkinan terdapat wajib pajak yang memiliki data yang kurang, sehingga diperlukan kerja sama untuk memastikan data perpajakan akurat dan update,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Rabu, 17 Januari 2024.
Lebih lanjut Anang Dirjo menyebutkan, salah satu sektor pajak yang belum optimal di Kalteng adalah sektor pajak air permukaan. Perusahaan-perusahaan yang menjadi pemakai belum menggunakan meteran seperti yang digunakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Hal ini berdampak pada keakuratan data perpajakan dan dapat menyebabkan meningkatnya biaya untuk pemakai air.
“Bapenda Kalteng mendorong seluruh perusahaan untuk memakai ukuran yang baku dalam penggunaan air, sehingga dapat diketahui tepat berapa banyak yang dipakai,” imbaunya.
Peningkatan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kalteng akan terus menjadi fokus pemerintah, dengan dukungan berbagai stakeholders. Pemerintah berharap dapat meningkatkan penerimaan pajak dan memanfaatkan dana ini untuk membangun infrastruktur dan memajukan sektor-sektor penting lainnya di wilayah ini.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post