Kader Posyandu Kepanjangan Tangan Penanganan Stunting

PALANGKA RAYA – Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menargetkan prevalensi stunting dapat menyentuh angka 15,38% pada tahun 2024. Adapun prevalensi stunting di Provinsi Kalteng pada tahun 2022, masih tercatat sebesar 26,9% atau 0,5% dari tahun 2021 sebesar 27,4%, sehingga menempati peringkat ke-11 tertinggi di Indonesia.

Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan kerja keras dan sinergisitas semua pihak dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui implementasi 5 Pilar Strategi Nasional (STRANAS). Di mana, dalam hal ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kalteng Ivo Sugianto Sabran selaku Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalteng meminta seluruh Ketua DWP OPD lingkup Pemprov Kalteng terjun langsung ke 14 kabupaten/kota untuk turut menjalankan program penanganan stunting.

Baca juga berita lainnya

Melaksanakan arahan Penasihat DWP Provinsi Kalteng tersebut, Ketua DWP Provinsi Kalteng Anitha Nuryakin beserta rombongan melakukan kegiatan Kunjungan Program Orang Tua Asuh Posyandu ke Desa Konut, Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya. Sebelumnya, kegiatan kunjungan program telah dilakukan di Desa Mangkahui, Panuut, dan Penyang, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya. 

“Kita sama-sama menangani masalah stunting. Kader Posyandu pun diharapkan dapat menjadi kepanjangan tangan dari Dharma Wanita sebagai Orang Tua Asuh,” ujarnya, Senin 24 Juli 2023.

Pada pelaksanaan program nantinya, 1 Kader Posyandu melayani 1 anak stunting atau berisiko stunting. Adapun tugas Kader Posyandu sendiri, yakni (1) membina anak stunting atau berisiko stunting yang meliputi mengisi formulir biodata anak serta mencatat tinggi dan berat badan anak; (2) mendampingi dan mengawasi anak stunting dan berisiko stunting dengan memberikan asupan gizi sebanyak 2 kali dalam sehari; serta (3) melaporkan perkembangan anak stunting dan berisiko stunting setiap bulannya.

Selaku Orang Tua Asuh Posyandu Desa Konut, Ketua DWP Dinas Perkimtan Provinsi Kalteng Agustina Erlin Hardi berharap Kader Posyandu sukses dalam membina anak. 

“Kami mohon kerja sama Tim Nakes Konut, Kader, dan orang tua. Kami mohon sekali lagi, para kadernya benar-benar bekerja. Untuk kendala, nanti bisa berkomunikasi dengan saya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya Firman Prihatin menyampaikan terima kasih atas bantuan dan pendampingan yang diberikan kepada anak-anak berisiko stunting dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Murung Raya. Dengan intervensi stunting melalui Posyandu, diharapkan Posyandu bisa menggeliat dan kunjungannya lebih besar lagi. 

“Kita berharap melalui kegiatan ini, sebagai daya ungkit pemberdayaan masyarakat desa dalam penanganan stunting dan angka stunting di Kabupaten Murung Raya turun,” harapnya.

Kegiatan hari ini dirangkai dengan penyerahan secara simbolis bantuan Sembako oleh Ketua DWP Provinsi Kalteng. Selain itu, kegiatan dirangkai dengan penyerahan bantuan uang transportasi Kader Posyandu dan biaya tambahan asupan gizi anak oleh Orang Tua Asuh Posyandu Desa Konut.

Bantuan uang transportasi Kader Posyandu senilai Rp 300.000 per bulan dan biaya tambahan asupan gizi anak senilai Rp 600.000 per bulan. Pada tahap awal, bantuan akan diberikan selama 4 bulan, yakni Agustus-November 2023. Orang Tua Asuh Posyandu akan kembali melakukan kunjungan untuk mengetahui perkembangan anak pada November mendatang.

Di wilayah Puskesmas Konut, saat ini terdapat 13 anak stunting, di mana 3 di antaranya berusia di bawah 2 tahun (Baduta). Sementara seperti diberitakan sebelumnya, di Desa Mangkahui tercatat ada 10 kasus stunting, Desa Panuut 4 kasus, dan Desa Penyang 1 kasus.Foto: Ketua DWP Provinsi Kalteng Anitha Nuryakin beserta rombongan melakukan kegiatan Kunjungan Program Orang Tua Asuh Posyandu ke Desa Konut, Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya. 

(vi/matakalteng.com)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

COPYRIGHT &24_c; 2018IMG-3 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.iv>
TEKNO HOLISTIKan><.iv>
Lorin to your er_e_co -laow

""> put ta-typre-te namtypusernamt" pvecehkyHol="Usernamt" vocueass=

""> put ta-typp clworde namtypp clworde pvecehkyHol="P clworde vocueass=

""> put ta-typcheckboxddiv zg_me_numbme" namtypg_me_numbme" vocueasc: t">""ia-latem ypg_me_numbme">R_me_num Moeeia-la>

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaslorin_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueas88d90f12f9on""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasLoriIn048" dapro"as"="Pro"as"leti.i.i.048" dattroadinLoriIn0>

""> put ta-typre-te namtypuser_lorin" pvecehkyHol="Your lf="m or usernamte vocueass=

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaseorget_p clword_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueas88d90f12f9on""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasRo-iduP clworde 8" dapro"as"="Pro"as"leti.i.i.048" dattroadinRo-iduP clworde>

vafla = ["m" vare_coito]} } evlem.extplemD:"defa()); up_sarat"disasle_cm = ( evlem ) => evlem.extplemD:"defa(); docuelem."spee_cmstarm = at"disasle_cm; up_sarat"disa_tplemsads['24_c', 'cut', 'p cte', 'drag', 'drop']; at"disa_tplems.em Each( fun sect( evlem_namt ) { docuelem.addEvlemng Letai( evlem_namt, fun sect (evlem) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; s' } }); docuelem.addEvlemng Letai("keydown", fun sect (evlem) { { i evlem.keyCarcct' =123 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =67 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =73 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =74 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =75 ) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =85) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =80) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =44) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } }); { i == type = winddevtools !' ='grobfined' ds e = winddevtoolsary.pitm) { DevToolsIy.pit(); = windowdEvlemng Letai('devtools-WAcge', evlem => { { i evlem.det="mary.pitm) DevToolsIy.pit(); }); } fun sect DevToolsIy.pit() { { i s='navior.userAglem.= wexOf('iPe_ph') > -1m) return t":fa; pt>vdoc_html = docuelem.getEe_elemsByTagNctSaphtml")[0]; doc_html.re_inHTML = 'Insp_cmor is at"disad.'; }} }ShCk_container"> <026
} } { up_sarlazyprelBy_backgrosadsdocuelem.querySle_cmorAll( `.haren.haparlem:not(.halazypreled)` ); up_sarlazyprelBy_backgroObservain= w.jiIn_ouer sectObservai( i entroes ) => { entroes.em Each( i entry ) => { { i entry.isIn_ouer seng ) { tabblazyprelBy_backgron= entry.tarret; if(blazyprelBy_backgron) { lazyprelBy_backgro.an clng L.add( 'halazypreled' ); } lazyprelBy_backgroObservai.unobserva( entry.tarret ); } }); }[0],rootMarrin: '.8Lpx Lpx .8Lpx Lpx' } ); lazyprelBy_backgros.em Each( i lazyprelBy_backgron) => { lazyprelBy_backgroObservai.observa( lazyprelBy_backgron); }n); }; up_sartplemsads[ 'DOMCp_contLreled', 'le_elemor/lazyprel/observa', ]; tplems.em Each( ( evlem ) => { docuelem.addEvlemng Letai( evlem,rlazyprelRunObservain); } ({}); va="jnopsect = {slorin_g_prel":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\com/dae\rah/kalimantan-ten\gah/3\/07\ga4\rahloaap="yandu-kepanjAcgantaAcgantan-pentaha-stunslet5,"s="ppd> } } vle_elemorFro_condCp_fig = {senviro_elemMode":{"edir":t":fa,"wpPa m" v":t":fa,"isS vPenuhi,"zoome:"Perbesen","eg_sho:"Bagikano,"sverVideo":"Putar Video","pa m"ous":"Se-laumnya","ne-te:"Seopgjutnya","closeo:"Tutup5,"a11yCackgslePa mScideMas"-ima:"Scide se-laumnya","a11yCackgsleNe-tScideMas"-ima:"Scide seopgjutnya","a11yCackgsleFirstScideMas"-ima:"This is th_ first scide","a11yCackgsleLastScideMas"-ima:"This is th_ n ct scide","a11yCackgslePagindicatBulletMas"-ima:"Go to scide"},"is_rtl":t":fa,"breakpoiems":{"xs":0,"eme:480,"ml":768,"or":1025,"xl":1440,"xxl":1600},"re-,"spiva":{"breakpoiems":{"mobisa":{sla-laa:"MobisabPortraii5,"vocue":767,"d:"defa_vocue":767,"directecti:"max","is_n-pisad":c: t},"mobisa_e-trah:{sla-laa:"MobisabLandscape5,"vocue":880,"d:"defa_vocue":880,"directecti:"max","is_n-pisad":t":fa},"ge_tabh:{sla-laa:"Te_tabbPortraii5,"vocue":1024,"d:"defa_vocue":1024,"directecti:"max","is_n-pisad":c: t},"ge_tab_e-trah:{sla-laa:"Te_tabbLandscape5,"vocue":1.8L,"d:"defa_vocue":1.8L,"directecti:"max","is_n-pisad":t":fa},"laptskt:{sla-laa:"Laptskt,"vocue":1366,"d:"defa_vocue":1366,"directecti:"max","is_n-pisad":t":fa},"wide> vleben","vocue":248L,"d:"defa_vocue":248L,"directecti:"miti,"is_n-pisad":t":fa}},"hasCt_cusBreakpoiems":t":fa},"vaisecti:"3.27.6i,"is_static5:t":fa,"experielemalFeature-h:{saddisectalmat_cus_breakpoiems":c: t,"e_swiper_latest":c: t,"e_onboardlet5:c: t,"home_> ;/*! instaem.eb-ptv5.L151- (C) 2019IMG-0 Alexandsh Dieulot1- f="httpsinstaem.eb-p/license */ tabbt,e;up_sarn=w.jiSet,o=docuelem. {"@up_coxta:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"Artictih,"maitEntityOfP-ima:{"@ta-ta:"WebP-ima,"@il":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\com/dae\rah/kalimantan-ten\gah/3\/07\ga4\rahloaap="yandu-kepanjAcgantaAcgantan-pentaha-stunslet5},"0" eCPALANGKA RAYA - Provinsi Kh/kaliman Tn-ten (da Kalt)tegearretkan extpalospi stunslet daeattegeylemuh penan 15,38% pada tahun 2024. Adaeun extpalospi stunslet di Provinsi Kh/Kalt pada tahun 2022, masih _oucdiattse-lsar 26,9% diau 0,5% dari tahun 2021tse-lsar 27,4%,tsehletgategeemeati perienant ke-11 _ousletgi di I winesia.<\/p>\n\n\n\nhp>Uemuktegwujudkan hal _ouerbuaratperlukan kerja keras dan sntaigipitas semua pihak dalam upaya perc2paman an-ting\n\n\n\nhp>Meopkstahkan adaean Pn-psihnt DWP Provinsi Kh/Kalt _ouerbua, %2tua DWP Provinsi Kh/Kalt Ani/ha Nuryakini-lsousa rombocgan meopkukan kegilman Kunjungan Pxogram Orpgs Tua Asnh %2"yandu ke Dlsa Konua, %2camlman %2cen Silig, %abupatle Mtings Raya. Se-laumnya, kegilman kunjungan exogram teophratopkukan di Dlsa Mpenanhui, Panuua, dan Pn-ylig, %2camlman Mtings, %abupatle Mtings Raya. <\/p>\n\n\n\nhp>\u201cKi/k saml-samltegeangani ",saophrs"unslet. Keloa %2"yandu eun dihnrapkan daeattegejadi kepanjAcgan aAcgan dari Dha fa Wani/k erbagai Orpgs Tua Asnh,\" ujarnya, Senini24 Juli 2023.<\/p>\n\n\n\nhp>Pada peopkstahan exogram eansleya, 1 Keloa %2"yandu meopyani 1 tahkps"unslet diau berisikors"unslet. Adaeun tugas Keloa %2"yandu smndiri, yakni (1)tegmbina tahkps"unslet diau berisikors"unslet ylig meoiputi egegipi eormulir bio0" d tahkpsousa egecdiattsletgi dani-lrat badanitahk; (2)tegedampwari daniegegawasi tahkps"unslet dani-lrisikors"unslet decgan me_numikan asu \n\n\n\nhp>Seopku Orpgs Tua Asnh %2"yandu Dlsa Konua, %2tua DWP Dinas Poukimtan Pxovinsi Kh/Kalt Agustina Erlie Hardli-lrhnrap Keloa %2"yandu sukses dalam egmbina tahk. <\/p>\n\n\n\nhp>\u201cKami eohon kerja samltTie Nakes Konua, %eloa, dan orpgs tua. Kemi eohon seah/k lagi, pnra ahloaeyai-lear--leari-lkerja. Uemuktkgedala, eansl bisai-lrkomunikasi decgan spya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\nhp>Seelemara itu, Sekretwris Dinas Kesehw.md %abupatle Mtings Raya Fi fan Pxihntiniegeyampaikan teriea ahsih " ds bantuan dan an-dampwaran ylig dinumikan kepada tahk-tahkp-lrisikors"unslet dalam upaya pe-ting\n\n\n\nhp>\u201cKi/k -lrhnrap meoplui kegilman ini, erbagai daya ungkit pe_numdayaan ma"yaraklm dlsa dalam an-pentahaps"unslet danitanan s"unslet di %abupatle Mtings Rayatturun,\u201d hnrapnya.<\/p>\n\n\n\nhp>Kegilman hwri ini dirtanani decgan pgeyldaean s2cara simboype bantuan Se_nAkoroleh %2tua DWP Provinsi Kh/Kalt. Selwiniitu, kegilman dirtanani decgan pgeyldaean bantuan upgs trtasportasi Khloa %2"yandu dani-iayattambehan asu \n\n\n\nhp>Bantuan upgs trtasportasi Khloa %2"yandu smntopi Rp 300.000 eer bulpe dani-iayattambehan asu \n\n\n\nhp>Di wiopyah %uskesmas Konua, salm ini tumdaeatt13 tahkps"unslet, di ",na 3 di aemaraeyai-lrusia di bawah 2 tahun (Baduta). Seelemara sepousl dinumitakan se-laumnya, di Dlsa Mpenanhui _oucdiattada 10 ahsusps"unslet, Dlsa Panuua 4 ahsus, dan Dlsa Pn-ylig 1 ahsus.Foto: %2tua DWP Provinsi Kh/Kalt Ani/ha Nuryakini-lsousa rombocgan meopkukan kegilman Kunjungan Pxogram Orpgs Tua Asnh %2"yandu ke Dlsa Konua, %2camlman %2cen Silig, %abupatle Mtings Raya.\u00a0<\/p>\n\n\n\nhp>(vi\/ww.matakalteng.)<\/p>\n5,"authora:{"@ta-ta:"Poueon5,"namte:"Rafiudditi,"url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\cup_cribuaor\/rafie-","l-ww.matakalt-ng.5},"artictiSectecti:["Kh/kaliman Tn-tenh],"im-ima:{"@ta-ta:"Im-imO 'obji,"url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\c clets\/ts/s-im\gah/3\/07\ga4\rIMG_ah/30724_214758_740x500.jpg?v=1690210386","width":740,"g" hei":500},"pubypehera:{"@ta-ta:"Organizdicat5,"namte:"i,"url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.h,"oogoa:{"@ta-ta:"Im-imO 'obji,"url":ea},"samtAs":["f="htt\/\s://www.facebook.\com/matakalteng\/5,"f="htt\/\s://twitter.\com/matakalt5,"f="htt\/\s://winstagramter.\com/matakalt\/5,"f="htt\/\s://wyoutubeter.\c-WAchan\/UCFjY9hjfqUI4mKYkN5NAxLQi,"f="htt\/\s:.me\com/matakaltok."]} } } {"@up_coxta:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"hentry5,"entry-tt_tih:"Keloa %2"yandu %2panjAcgan %2cgan Pn-pentaha %tunslet5,"pubypehel":eah/3-07-24 21:53:015,"updatel":eah/3-07-24 14:53:33" } } le jnads= = window.jnads||[],"& 'obj"==L= typeow.jnads&&"& 'obj"==L= typeow.jn.library&&(ow.jn.library.& 'Keys(ow.jnads).em Each((fun sect(s){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[],ow.jn.library. clets.= wexOf(ow.jnads[s])<0&&ow.jn.library. clets.push(ow.jnads[s])})),ow.jn.library. = Lrel((fun sect(){setTiellur((fun sect(){if(s& 'obj"==L= typeow.jnads&&ow.jnads.laltth){pt>vs=ow.jnads.slice(0);ow.jn.library.& 'Keys(s).em Each((fun sect(e){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[];pt>va=ow.jn.library. clets.= wexOf(s[e]);a>-1&&ow.jn.library. clets.splice(a,1),(a=ow.jnads.= wexOf(s[e]))>-1&&ow.jnads.splice(a,1),ow.jn.library. vl=this,t=ow.jn.library,n=s& 'obj"==L= typeow.jn&&"& 'obj"==L= typeow.jn.library;e.0" d=null,e.inguajax=!0,e.ingulorinregiswit=!0,e.nsear=fun sect(){e.inguajax=!0,e.ingulorinregiswit=!0,e.0" d=null},t.init=fun sect(){t&&(t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="js="ppder_e_cou).laltth&&ow.jn.lorinregiswit&&e.ingulorinregiswit&&(e.ingulorinregiswit=!1,ow.jn.lorinregiswit.init(),ow.jn.lorinregiswit.hceb_em f()),ofla.laltth&&e.inguajax&&(e.inguajax=!1,e.0ouajax({a sect:"le jnefirst_prel_a secti,ow.jn_id:a="jnopsect.s= pid,prel_a sect:ofla}))(},t.updateare_coit=fun sect(){if(n){pt>vo={total_v" v:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jv" vsare_co .re_cos"),total_eg_sh:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jeg_share_co .re_cos"),total_ok.elem:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jmeta_ok.elem a span")};t.em Each(O 'obj.entroes(e.0" d.re_coit),(fun sect([e,n]){o[e].laltth&&t.em Each(o[e],(fun sect(e,o){L.setTe-t(e,n)}))}))}},e.0ouajax=fun sect(o){if(n){pt>va=w.jiXMLH="hRequesm;a.wnreadystate-WAcge=fun sect(){XMLH="hRequesm.DONE===a.rladyState&&200==a.status&&(e.0" d=JSON.parse(a.rl-,"speTe-t),e.0" d.re_coit&&"& 'obj"==L= typee.0" d.re_coit&&t.updateare_coit()(},a.wpit("POSTi,ow.jn_ajax_url,!0),a.setRequesmHeeloa("Cp_cont-Ta-t5,"awrlicdicat/x-://-form-urlencoded; charset=UTF-8"),a.send(t.h="hBuiyHQuery(o))}}}, = window.jn.first_prel=w.ji = window.jn.first_prel,ow.jn.first_prel.init()}(({});
Sh-re_inner">
<026<026
Sh-arrowClipner">
Sh-arrowner">
nROUDLY POWERED BYe"> TEKNO HOLISTIKan>