Namun di balik peristiwa tragis itu, tersimpan kisah pilu. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya setelah terlibat cekcok hebat dengan istrinya, yang bahkan berujung pada dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sang istri disebut telah berencana melaporkan perbuatan korban ke pihak kepolisian sebelum insiden gantung diri terjadi.
Kapolsek Baamang, AKP Moch. Romadhon, membenarkan hal tersebut. Ia menyebut, korban diduga merasa tertekan dan takut dilaporkan atas tindakan kekerasan yang dilakukannya terhadap sang istri.
“Menurut keterangan dari pihak keluarga istri, korban melakukan bunuh diri diduga karena rasa takut setelah dilaporkan ke pihak keluarga terkait adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),” ujar Romadhon kepada wartawan, Senin, 6 Oktober 2025.
Lebih lanjut, Romadhon menjelaskan, sebelum ditemukan tewas, korban diketahui tinggal sendirian di rumah setelah berselisih dengan istrinya pada Kamis (2/10/2025). Sejak saat itu, sang istri memilih meninggalkan rumah, sementara korban tetap tinggal di tempat kejadian.
“Korban tinggal sendiri setelah cekcok dengan istrinya. Tidak ada pengawasan dari keluarga, dan diduga depresi hingga akhirnya mengakhiri hidupnya,” tuturnya.
Dari hasil olah TKP, korban ditemukan menggantung menggunakan tali jemuran berwarna biru yang diikatkan ke plafon dapur rumahnya. Di bawah tubuh korban, petugas menemukan kursi plastik warna biru yang diduga digunakan sebagai pijakan terakhir sebelum menggantung diri.
“Korban melakukan gantung diri menggunakan tali jemuran yang diikatkan di plafon dapur rumahnya, dengan pijakan kursi plastik,” tambah Romadhon.
Sementara itu, berdasarkan keterangan saksi bernama Saiful, penemuan jasad korban berawal secara tak terduga. Saat itu, Saiful tengah meruqyah seorang warga bernama Hartati di rumah yang tak jauh dari lokasi kejadian. Seusai ritual tersebut, Saiful mengaku seperti mendapat firasat aneh mengenai rumah korban.
“Setelah ruqyah, Saiful merasa ada sesuatu yang tidak beres di rumah korban. Lalu, Desy keluarga korban mengajaknya melihat ke rumah tersebut,” terang Kapolsek.
Ketika Saiful bersama Desy tiba di rumah Ari, mereka mendapati pintu dalam keadaan tidak terkunci. Saiful yang pertama masuk ke dalam rumah langsung dikejutkan dengan pemandangan mengerikan korban sudah tergantung dengan tali menjerat leher di dapur.
“Saiful langsung memanggil pihak keluarga, dan mereka kemudian melapor ke Polsek Baamang. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dipastikan sudah meninggal dunia dan jasadnya dibawa ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk visum,” jelasnya.
Pihak kepolisian kini masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan tidak adanya unsur lain di balik kematian korban. Namun sejauh ini, kuat dugaan bahwa korban murni melakukan bunuh diri karena tekanan psikologis dan rasa takut menghadapi konsekuensi hukum dari perbuatannya sendiri.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post