SAMPIT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi menutup gelaran Turnamen Esport Pelajar Disdik Kotim Cup Tahun 2025 yang diselenggarakan di Atrium Citimall Sampit, Kamis 23 Oktober malam.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dunia pendidikan dalam mengembangkan potensi, kreativitas, dan bakat generasi muda di bidang olahraga elektronik (esport), sekaligus membentuk karakter sportif dan berjiwa kompetitif di kalangan pelajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Muhammad Irfansyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Disdik Kotim untuk menciptakan ekosistem gim digital yang sehat, edukatif, dan produktif.
“Melalui turnamen ini, kami ingin menyalurkan minat dan bakat peserta didik di bidang gim digital secara positif dan kreatif. Sekaligus menanamkan nilai sportivitas, kerja sama tim, dan tanggung jawab di kalangan pelajar,” ujarnya, Jumat 24 Oktober 2025.
Irfansyah menambahkan, turnamen ini juga menjadi wadah pembinaan talenta muda di bidang esport agar dapat diproyeksikan sebagai atlet andalan Kotim pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah Tahun 2026.
“Ini bukan sekadar hiburan, tapi bagian dari pembelajaran abad ke-21, di mana literasi digital dan kemampuan kolaboratif menjadi kunci. Kami berharap lahir atlet-atlet esport berkarakter yang dapat membawa nama baik Kotim di tingkat provinsi maupun nasional,” imbuhnya.
Turnamen yang dinaungi oleh ESI (Esport Indonesia) Kabupaten Kotawaringin Timur ini diikuti oleh 126 tim esport pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
Setelah melalui proses verifikasi, sebanyak 100 tim lolos seleksi administrasi, terdiri dari 17 tim SD, 47 tim SMP, dan 36 tim SMA/SMK sederajat. Pertandingan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni babak penyisihan secara daring (14–18 Oktober) dan babak delapan besar secara luring (21–23 Oktober) di Citimall Sampit.
Kegiatan ini juga diselenggarakan dengan memperhatikan berbagai regulasi nasional, di antaranya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional, serta surat edaran dari Menteri Dalam Negeri dan Bupati Kotim terkait dukungan percepatan pengembangan industri gim.
Sebagai bentuk apresiasi, Disdik Kotim menyiapkan piagam penghargaan, trofi, serta uang pembinaan senilai total Rp42 juta untuk para pemenang di tiga jenjang pendidikan dan kategori supporter terbaik. Dukungan juga datang dari berbagai pihak, di antaranya Dinas Kominfo Kotim, ESI Kotim, PT Telkom Indonesia, Wilmar Group, Bank Kalteng, Pelindo, dan Citimall Sampit.
Sementara itu, Asisten I Setda Kotim, Oktav Pahlevi, yang mewakili Bupati Kotim menutup secara resmi turnamen tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wujud nyata dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan pengembangan industri gim nasional.
“Saya merasa bangga melihat antusiasme peserta yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa generasi muda Kotim memiliki semangat kompetitif dan talenta digital yang besar,” katanya.
Oktav berpesan agar seluruh peserta terus berlatih dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Anak-anakku sekalian, kalian adalah bagian dari generasi digital yang akan membawa nama baik daerah ini ke tingkat yang lebih tinggi. Melalui ajang seperti ini, saya yakin akan lahir calon atlet esport yang dapat mewakili Kotim di Porprov Kalimantan Tengah tahun depan. Gunakan kemampuan kalian untuk hal yang positif dan membanggakan,” pesannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan ini, terutama Dinas Pendidikan, ESI Kotim, panitia pelaksana, dan para mitra.
“Selamat kepada para pemenang, dan bagi yang belum berhasil jangan menyerah. Pengalaman yang kalian dapatkan hari ini adalah langkah awal menuju kesuksesan. Semoga kegiatan ini menjadi awal dari prestasi-prestasi gemilang anak muda Kotim di bidang esport dan teknologi digital,” tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post