PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan (Disdik) tengah mempersiapkan program beasiswa ke Rusia bagi 50 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program ini difokuskan pada bidang pendidikan vokasi dan akan menjadi langkah awal kerja sama pendidikan serta ketenagakerjaan antara Kalteng dan Rusia.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, M. Reza Prabowo, mengatakan program tersebut masih dalam tahap awal dan menunggu finalisasi nota kesepahaman (MoU) antar instansi. “Ya, ini masih dalam proses. Jadi harus ada MoU dulu, karena ini kerja sama antarnegara dan antar instansi.
Saya sudah menerima draf MoU dari pihak Rusia, namun masih perlu dibawa ke Biro Hukum untuk dimintakan pandangan dan masukan sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya,” ujar Reza, Jumat 24 Oktober 2025. Dia menjelaskan, program beasiswa ini akan diberikan kepada 50 siswa SMK dari berbagai kabupaten dan kota di Kalteng. Fokusnya adalah pada bidang vokasi agar lulusan bisa langsung bekerja setelah menyelesaikan pelatihan di Rusia.
“Programnya fokus pada vokasi. Setelah pelatihan nanti mereka bisa langsung bekerja, dan akan ada berbagai spesialisasi sesuai kebutuhan industri di sana,” jelasnya. Menariknya, setelah menyelesaikan pelatihan di Rusia, sebagian peserta akan tetap bekerja di negara tersebut, sementara sisanya akan kembali ke Indonesia.
“Rencananya sekitar 25 orang akan tetap bekerja di sana, sementara 25 lainnya akan kembali ke Indonesia,” ungkap Reza. Ia menambahkan, peserta yang kembali ke Tanah Air nantinya akan diarahkan untuk membantu pengembangan industri dalam negeri, terutama di sektor-sektor yang relevan dengan pelatihan yang mereka peroleh.
“Yang kembali ke Indonesia akan menjadi bagian dari upaya membangun industri di dalam negeri. Program ini diharapkan bisa membuka kerja sama yang lebih luas antara Kalteng dan Rusia, baik di bidang pendidikan maupun ketenagakerjaan,” kata Reza. Lebih lanjut, Reza menegaskan bahwa pendanaan program ini sepenuhnya ditanggung oleh pihak Rusia. Pemerintah daerah hanya memberikan dukungan administratif dan teknis terkait peserta didik.
“Pendanaannya 100 persen dari pihak Rusia. Pemerintah daerah hanya membantu urusan administratif dan teknis,” tandasnya. Program ini diharapkan menjadi terobosan dalam peningkatan mutu pendidikan vokasi di Kalteng serta membuka peluang kerja internasional bagi generasi muda daerah.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post