SAMPIT – Suasana haru menyelimuti halaman SMP Negeri 4 Sampit saat 239 siswa kelas IX dilepas secara resmi oleh pihak sekolah, Kamis 22 Mei 2025. Tidak seperti tahun sebelumnya yang digelar di gedung luar, perpisahan tahun ini digelar di halaman sekolah dengan konsep sederhana namun penuh makna.
“Perasaan kami bercampur antara bangga dan haru. Tiga tahun bersama bukan waktu singkat, ikatan kami dengan anak-anak ini sudah seperti keluarga sendiri,” ungkap Kepala SMPN 4 Sampit, Anjar Subiantoro, Kamis 22 Mei 2025.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di sekolah dilakukan untuk membangun suasana kebersamaan yang lebih hangat dan dekat, sekaligus memberi ruang lebih besar bagi peran orang tua. “Kami berterima kasih kepada seluruh guru, staf, dan wali murid yang telah mendukung acara ini. Ini bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan anak-anak kita,” katanya.
Anjar menyampaikan bahwa pengumuman kelulusan akan dilakukan secara daring pada 2 Juni 2025, dan seluruh siswa bisa langsung mengunduh surat keterangan kelulusan melalui laman resmi sekolah. Ia juga menitipkan pesan agar para siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, baik SMA maupun SMK, demi masa depan yang lebih baik.
“Kami juga menitipkan salat kalian. Di sekolah ini salat Zuhur berjamaah kami jaga bersama, dan kami harap kebiasaan baik ini bisa diteruskan di rumah,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan wali murid, Yunita, mengungkapkan rasa terima kasih mendalam atas dedikasi para guru.
“Jasa mereka tidak bisa kami ukur. Guru-guru telah membuat anak kami yang dulu tidak tahu menjadi tahu, yang tidak bisa menjadi bisa,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pemilihan lokasi acara di sekolah. Menurutnya, selain lebih dekat, suasananya juga lebih akrab.
“Kalau di sekolah lebih enak, suasana kebersamaannya lebih terasa. Orang tua pun jadi bisa lebih mudah hadir,” tuturnya.
Acara pelepasan ini menjadi penanda bukan akhir, melainkan awal perjalanan baru bagi para siswa menuju cita-cita mereka, dengan doa dan harapan yang mengiringi setiap langkah.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post