SAMPIT – Salah satu stand peserta Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 11 Kabupaten Seruyan dalam pelaksanaan panen hasil belajar menampilkan produk unik dan inovatif, yaitu kerajinan ulin dan serbuk jahe merah original yang merupakan produk andalan dari stand kelas C.
Produk itu ditampilkan pada Kegiatan Pertemuan Tatap Muka (PTM) 4 Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 11 Daerah Khusus (DASUS) Kabupaten Seruyan yang telah sampai kepada tahap akhir, yaitu kegiatan rencana kerja dan panen hasil belajar.
“Pada kegiatan panen hasil belajar ini sendiri seluruh CGP di setiap kelas akan memamerkan hasil belajar yang dilaksanakan selama 6 bulan, yang dimulai pada bulan Juli sampai dengan Desember 2024,”kata seorang Guru SMPN 1 Suling Tambun Tri Hermanto, Kamis 5 Desember 2024.
Yaitu, baik hasil belajar di kelas dari pertemuan sebelumnya, maupun program yang dilaksanakan di sekolah, begitu juga dengan program praktik-praktik baik yang dilaksanakan di seluruh sekolah yang diikuti oleh seluruh peserta CGP.
Dalam panen hasil belajar sendiri stand yang dibuat terdapat 4 buah stand yang terdiri dari 3 kelas, yakni kelas A, B dan C.
“Ada produk yang unik ditampilkan oleh Kelas C yakni produk-produk olahan lokal yang dibuat oleh murid di sekolah yang dibimbing oleh guru. Beberapa produk seperti olahan makanan, karya-karya siswa sampai dengan produk yang bernilai ekonomis tampil di dalam setiap stand,”bebernya.
Menurutnya, dari semua produk yang khas dari kelas C yang notabene berada di daerah 3T, yakni produk-produk dari bahan ulin yang ditampilkan oleh guru-guru dari SMAN 1 Seruyan Hulu dan SMPN 1 Suling Tambun.
Aapun produk tersebut berupa olahan talenan dan juga cobek yang terbuat dari ulin. Hal ini mendapat apresiasi dan antusias dari seluruh pengunjung, bahkan talenan dan cobek habis sampai ada yang tidak kebagian.
“Produk ini asli dari Suling Tambun dengan memanfaatkan sisa-sisa kayu yang ada di sekitar lingkungan, kemudian diolah menjadi bentuk dengan nilai ekonomis oleh murid yang ada di sekolah,”bebernya.
Selain kerajinan atau produk dari ulin, ciri khas yang lain adalah serbuk jahe merah original yang dibuat oleh murid-murid SDN Tumbang Magin.
SDN Tumbang Magin sendiri merupakan sekolah paling ujung yang ada di kecamatan Suling Tambun dari kabupaten Seruyan yang saat ini masih belum dialiri listrik.
Kurnain Effendi selaku Kepala Sekolah dan CGP di sekolah itu mengatakan bahwa produk ini merupakan hasil olahan murid yang dibimbing olehnya.
Di sisi lain kesempatan ketika pertama kali berkunjung ke Stand kelas C, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan Rusdi Hidayat didampingi oleh perwakilan BGP Kalimantan Tengah, Muhammad Zainudinoor, mengapresiasi produk yang dibuat. Bahkan Rusdi sendiri langsung mencoba olahan serbuk jahe merah tersebut yang dipadu dengan kopi ataupun teh.
Keduanya mengatakan olahan jahe yang dibuat mantap rasanya berbeda dengan olahan jahe yang biasanya, karena ini original langsung tanpa tambahan apapun.
Produk ini juga mendapat antusias yang sangat baik dari pengunjung, bahkan rela antri untuk sekedar mencicip olahan produk serbuk jahe merah original tersebut, sampai dengan sore harinya bahkan masih ada yang mencari produk tersebut, tapi sudah kehabisan ujar Kurnain.
Adapun manfaat jahe merah diantaranya adalah Menurunkan Glukosa Darah dan Kolesterol, Anti Penuaan, Meredakan Nyeri Menstruasi, Meredakan Sakit Otot, Menangkal Infeksi Virus dan Bakteri, Menguatkan Sistem Imun Tubuh, Mengobati Masalah Pencernaan, Mengurangi Rasa Mual.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post