SAMPIT – Pembelajaran tatap muka (PTM) 4 program pendidikan guru penggerak daerah khusus angkatan 11 kabupaten Seruyan yang meliputi kegiatan rencana kerja dan panen hasil belajar, berjalan dengan lancar dan sukses.
Adapun kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dimulai tanggal 1 – 3 Desember 2024 yang berlangsung di halaman parkir Dinas Pendidikan Seruyan.
Dengan hari pertama kegiatannya yaitu materi tentang komunitas sekolah, pengembangan program sekolah dan posisi diri, kemudian dilanjut hari kedua penguatan kompetensi diri dan komunitas praktisi. Kemudian di hari ketiga dilaksanakan panen hasil belajar.
“Persiapan panen hasil belajar mulai mendapat tantangan dimana pada sore hari sebelum pelaksanaan diguyur hujan lebat. Walaupun demikian hal itu tidak menyurutkan semangat calon guru penggerak, yang tetap semangat dalam melaksanakan persiapan panen hasil belajar di setiap stand yang mereka dekorasi dengan indah,”kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan Rusdi Hidayat, Kamis 5 Desember 2024.
Beragam produk dan hal-hal yang telah dilaksanakan di sekolah baik praktek baik dan program BAGJA sekolah terus ditampilakn peserta dalam stand mereka, dimulai dengan media pembelajaran yang beragam, hasil karya siswa baik yang bernilai pengetahuan ataupun ekonomis, dan juga produk-produk makanan yang dibuat oleh siswa dengan bimbingan guru pada sekolah tersebut.
Rusdi Hidayat juga mengatakan. kegiatan guru penggerak ini merupakan salah satu program yang luar biasa, dengan banyaknya program dan inovasi yang dilaksanakan oleh bapak/ibu guru yang mengikuti pendidikan guru penggerak.
“Selain itu semangat para bapak/ibu guru penggerak ini menjadikan perkembangan setiap sekolah semakin baik,”tegasnya.
Tambahnya, Seruyan sebagai kabupaten yang juga sering mengirimkan kepala sekolah dan guru berprestasi mulai dari tingkat provinsi sampai dengan tingkat nasional, banyak didominasi oleh guru penggerak maupun calon guru penggerak.
“Adapun kegiatan guru penggerak daerah khusus ini diikuti oleh 37 peserta mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA yang terbagi dalam 3 kelas,”sebutnya.
Setelah kegiatan pembukaan selesai dilaksanakan, kemudian dilaksanakan kunjungan ke stand-stand panen hasil belajar dari setiap kelas dimulai dari kelas C, A dan B.
Rusdi Hidayat mengapresiasi produk-produk yang ditampilkan oleh bapak/ibu guru calon guru penggerak.
“Sangat beragam dan mempunyai ciri khas masing-masing, karena selain mewakili sekolah, mereka juga mewakili produk dari desa atau daerah tempat mereka betugas saat ini,”ucapnya.
Salah seorang peserta dalam kegiatan pendidikan guru penggerak daerah khusus ini yaitu Toto Widyanto mengatakan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini sangat bermanfaat baik bagi diri pribadi maupun sekolah.
Kgiatan yang dilaksanakan selama 6 bulan ini dimulai pada bulan Juli-Desember 2024, sudah merubah pola pikirnya sebagai guru dimana mereka diajarkan bagaimana pendidikan menurut filosofi Ki Hajar Dewantara, menumbuhkan budaya positif, praktek coaching, mengajar dengan melihat potensi dan keberagaman murid, serta materi-materi lain yang sangat bermanfaat bagi sekolah pada khususnya dan pendidikan pada umumnya.
Apalagi sekolah mereka berada yang saat ini berada di daerah khusus 3T yakni SMPN 1 Suling Tambun, tepatnya di Desa Tumbang Langkai, Kecamatan Suling Tambun yang sampai hari ini masih belum ada dialiri listrik dan sinyal masih sulit.
“Terlepas dari pada kekurangan itu semua, semangat dalam mengajar dan memberikan ilmu tetap kami lakukan bahkan dengan semangat 1000 persen, kami melaksanakan kegiatan KBM di sekolah,”ujar Toto.
Bahkan dia mengatakan bahwa sekolah mereka sudah mempunyai Podcast yang direkam menggunakan handphone untuk berbincang dan coaching baik dari murid ataupun guru yang ada di sekolah mereka.
Kegiatan guru penggerak ini sendiri merupakan program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, sekarang Kementrian Pendidika dasar dan menengah. Pendidikan Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran.
Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan Pendampingan selama 6 bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru. Tetapi untuk daerah khusus dilaksanakan secara luring atau pertemuan tatap muka (PTM).
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post