SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur menyampaikan bahwa guru penggerak juga dituntut untuk memahami manajerial. Berangkat dari hal itu, sejumlah guru penggerak di Kabupaten Kotim di fasilitasi oleh dinas pendidikan untuk mengikuti bimbingan teknis peningkatan kemampuan manajerial guru penggerak yang dilaksanakan di Aquarius Boutique Hotel pada tanggal 4 hingga 5 Desember 2024.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya, yang mana pertama kemarin diinisiasi oleh Balai Guru Penggerak Provinsi Kalteng dan yang kedua ini diinisiasi langsung oleh kami Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim,”kata Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah, Rabu 4 Desember 2024.
Menurutnya, kemampuan manajerial penting bagi guru penggerak karena mereka nantinya jika lulus uji kompetensi, bisa menjadi pengawas ataupun menjadi kepala sekolah yaitu menjadi pemimpin di sekolah.
“Sehingga manajerial itu penting, apalagi sekarang mungkin kolaborasi antara kepala sekolah itu bukan hanya kepada guru-gurunya saja tapi dengan pihak eksternal juga perlu kerjasama, termasuk bersama dengan orang tua siswa yang memerlukan kemampuan manajerial,”terangnya.
Sehingga lanjutnya, selain pemberian materi untuk guru penggerak terkait manajerial pihaknya juga memberikan praktek langsung kepada guru penggerak. Mengingat di era sekarang ini yang serba digital sehingga pembelajaran juga harus disesuaikan dengan pembelajaran digitalisasi yang memerlukan persiapan dari para guru.
“Agar tidak ketinggalan dari perkembangan zaman mau tidak mau guru harus terus berbenah. Kami pun dari Disdik juga menyiapkan khususnya tenaga-tenaga pendidik yang mumpuni,”bebernya.
Apalagi kata Irfan, wakil presiden juga mengatakan ke depan pembelajaran coding akan dimasukkan mulai jenjang sekolah dasar. Sehingga sembari menunggu petunjuk teknis pelaksanaannya, pihaknya juga harus mempersiapkan tenaga pendidiknya.
Terpisah, Rusnanie selaku Fasilitator Sekolah Penggerak Kemendikbud Ristek menyampaikan, materi utama yang disampaikan yakni bagaimana seorang kepala sekolah harus mampu menjadi seorang pemimpin yang transformasional.
“Artinya pemimpin yang bisa membawa sekolah dalam perubahan menjadi lebih baik, kemudian yang berikut juga diharapkan kepala sekolah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi di depan publik,”tegasnya.
Yang lebih utama tambahnya, bagaimana seorang kepala sekolah mampu berkomunikasi yang efektif dengan semua warga sekolah, karena tanpa komunikasi yang efektif maka segala sesuatunya tidak bisa dilakukan dengan baik.
“Kemudian seorang kepala sekolah diharapkan mampu membawa perubahan, mampu menjadi fasilitasi kegiatan kolaborasi di sekolahnya. Dan juga seorang kepala sekolah harus mampu mengatasi permasalahan apapun yang ada di sekolah, sehingga menjadi seorang leader yang siap dalam berbagai macam tantangan,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post