SAMPIT – Program calon guru penggerak di kabupaten Kotawaringin Timur saat ini sudah mencapai angkatan ke-12, yang mana pada angkatan ke-12 ini akan menyelesaikan sampai lokakarya terakhir yaitu ketujuh pada tahun 2025 mendatang.
“Saat ini kami di Kotim sudah melaksanakan program guru penggerak itu angkatan ke-10 sedang berjalan lokakarya yang ke-6 dari Lokakarya 7 yang harus mereka selesaikan, berarti nanti tinggal satu lokakarya lagi mereka akan menyelesaikan semua kegiatan dan akan dilaksanakan di tanggal 26 Oktober 2024,”kata Kabid GTK Disdik Kotim Edie Sucipto, Senin 14 Oktober 2024.
Untuk menandakan berakhirnya program calon guru penggerak nantinya kata Edie, ada kegiatan panen hasil karya, yaitu mengeksplore semua yang mereka pelajari sekarang selama pendidikan, mereka akan menceritakan dan memperlihatkan di saat panen hasil karya.
“Kemudian juga pada saat ini ada program CGP untuk angkatan 11 yang sudah memasuki lokakarya ketiga, dan minggu depan pada tanggal 19 Oktober mereka melaksanakan lokakarya ke-4, dan sampai lokakarya 7 yang harus diselesaikan dalam tahun ini juga,”bebernya.
Sekarang ini tambahnya, juga masih menunggu pengumuman kelulusan dari program CGP angkatan 12 yang sampai saat ini belum diumumkan oleh pihak Kementerian dan diperkirakan tahun 2025 kembali berlanjut.
“Program ini pasti berlanjut, karena dipastikan yang CGP angkatan 12 itu dilaksanakan di tahun 2025,”tegasnyan.
Sementara untuk total seluruh CGP di tahun 2024 ini, ada 168 guru penggerak di Kotim baik itu jenjang TK, SD, SMP dan SMA sederajat. Dan sesuai regulasi dari Permendikbud 40 tahun 2021 bahwa guru penggerak ini adalah salah satu syarat untuk bisa menjadi kepala sekolah dan juga pengawas sekolah.
“Dan sekarang sudah diatur juga dengan sistem pengangkatan kepala sekolah dan pengawas sekolah, jadi tidak ada lagi syarat lain kecuali dari guru penggerak dan calon kepala sekolah yang masih ada di Kotim,”ungkapnya.
Ia berharap agar semakin banyak guru yang mau mengikuti program CGP ini, dan bagi guru-guru yang sudah dinyatakan sebagai guru penggerak bisa mengimbaskan kepada kawan-kawan yang lain sehingga mereka tertarik.
“Tjuannya tidak hanya untuk menjadi kepala sekolah atau pengawas sekolah, tapi paling tidak adalah pengembangan kompetensi yang bersangkutan karena telah mengikuti Lokakarya, mereka akan dididik, diberikan pelatihan dan pemahaman bagaimana berkolaborasi dengan semua stakeholder, baik itu di sekolah masing-masing maupun dengan pihak yang lain,”jelasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post