MURUNG RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Forkopimda, dan masyarakat setempat, melaksanakan kegiatan tradisi Manugal di Kecamatan Laung Tuhup. Manugal, yang merupakan tradisi bercocok tanam padi masyarakat Dayak Kalteng, dilakukan secara gotong royong dengan menggunakan kayu yang diruncingkan untuk membuat lubang di tanah sebagai tempat menanam benih padi.
Gubernur Sugianto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Padi Gogo seluas 10 ribu hektare di Kabupaten Murung Raya, sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dan mewujudkan lumbung pangan nasional di Kalteng.
“Program ini menjadi solusi bagi masyarakat agar bisa bertahan hidup tanpa harus bergantung pada ladang berpindah atau pembakaran lahan yang tidak terukur,” ujar Gubernur.
Ia menegaskan bahwa pembakaran lahan harus terkontrol dan diatur oleh pemerintah daerah untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Gubernur juga berharap agar mekanisasi pertanian, termasuk usulan untuk penggunaan traktor, dapat memberikan hasil yang lebih baik dan memudahkan masyarakat. “Insya Allah dengan kemajuan SDM kita nanti, kita tidak lagi mengandalkan pembakaran lahan, tapi menggunakan mekanisasi,” harapnya.
Gubernur mengingatkan pentingnya perhatian dari Pemerintah Pusat terhadap masyarakat Dayak dalam pengembangan teknologi dan pendidikan pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, terutama terkait dengan wilayah adat Dayak dan hutan adat.
Ia juga mengajak pemuda-pemudi Dayak untuk tidak ragu menjadi petani, menyatakan bahwa pertanian adalah pekerjaan yang terhormat. “Pemuda pemudi Isen Mulang, mari bertani!” tegasnya.
Penjabat Bupati Murung Raya, Hermon, melaporkan bahwa penanaman Padi Gogo akan dilakukan di 10 Kecamatan, dengan Laung Tuhup sebagai Kecamatan ketiga yang melaksanakan penanaman di musim ini. “Alhamdulillah, Pak Gubernur hadir bersama kami di penanaman perdana ini,” ujarnya. Sebelumnya, penanaman juga dilakukan di Kecamatan Tanah Siang dan Tanah Siang Selatan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Tengah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post