SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ikut menyoroti berita yang tengah viral saat ini yaitu banyaknya anak mengalami gagal ginjal hingga harus cuci darah akibat banyak mengkonsumsi makanan manis.
“Meski kasus itu bukan di Kotim, namun kami tetap akan gencarkan lagi khususnya di Kotim untuk memantau kantin sehat bekerjasama dengan puskesmas setempat,”kata Kepala Dinas Pendidikan Kotim Muhammad Irfansyah, Senin 5 Agustus 2024.
Menurutnya, memang saat ini ada banyak jajanan yang mengandung gula terlalu tinggi sehingga berbahaya jika dikonsumsi berlebih khususnya untuk anak-anak. Dan pihaknya dari Dinas Pendidikan sudah memberitahukan kepada kantin-kantin sekolah agar menjual makanan sehat.
“Dan kebetulan juga hampir setiap bulan puskesmas ke sekolah memberikan edukasi. Pengawasannya memang dari sekolah sendiri dan setiap bulan puskesmas rutin, ada pemantauan kantin sehat termasuk kadar lemak, olahannya halal dan segala macamnya,”tegas Irfan.
Sebelum pandemi lebih lanjut dikatakannya, memang sering dilakukan pengawasan, setelah atau pasca pandemi ini mungkin akan digalakkan lagi dengan puskesmas.
“Sementara ini kami memang belum mendapatkan laporan adanya anak-anak di Kotim yang terkena penyakit gula hingga jantung yang harus sampai cuci darah, jadi belum bisa kami katakan ada atau tidak karena data kami belum ada,”ungkapnya.
Irfansyah menyarankan, agar anak-anak membawa bekal dari rumah sehingga makanan lebih sehat dan terjamin, meski memang kantin-kantin sekolah pasca pandemi ini perlu hidup juga, karena hampir dua tahun kantin sekolah ini tidak beroperasional:
“Tapi kami sudah menyarankan beberapa kali bahwa makanan mereka harus sehat dan halal itu yang penting,”pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post