SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Irfansyah menyampaikan, budaya mengantar anak ke sekolah sebenarnya tidak hanya sampai depan gerbang saja, namun sampai ke ruang kelas agar orang tua mengetahui ruangan anaknya hingga bangku yang diduduki saat pembelajaran nantinya.
“Pentingnya budaya orang tua mengantar anak-anak ke sekolah, budaya ini sudah lama agar orang tua tahu tempat anaknya sekolah, malah anjuran dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi itu di antar sampai ke ruangan, agar orang tua tahu dimana ruang kelas anaknya dan duduk di bangku mana di dalam ruangan itu,”ujarnya, Senin, 5 Agustus 2024.
Sehingga lanjutnya, orang tua jangan asal antar saja. Bahkan di Kotim sendiri sudah ada beberapa sekolah yang menganjurkan agar orang tuanya mengantar sampai ke ruangan, juga menjemput. Karena selain memastikan anak sampai ke sekolah dengan selamat, hal ini juga sebagai bentuk dukungan orangtua untuk anak-anaknya agar lebih semangat belajar.
“Kalau tidak salah SMP Negeri 1 Sampit nanti akan menerapkan itu, mengantar sampai ruang kelas,”tegasnya.
Tambahnya, gerakan atau budaya mengantar anak ke sekolah ini memang akan sedikit sulit bagi orang tua yang bekerja. Namun diharapkan orang tua bisa mengatur hal tersebut, karena kesuksesan seorang anak tidak lepas dari tanggung jawab dan dukungan orang tua.
“Setidaknya bisa mengantar anak sekolah di hari pertama ia masuk, karena gerakan mengantar anak ke sekolah juga bisa jadi jembatan antara orang tua dan pihak sekolah untuk membangun komunikasi,”ungkapnya.
Dengan begitu, kata Irfan, orang tua pun dapat sepenuhnya mempercayakan sang anak saat belajar di lingkungan sekolah. Begitu juga guru, agar bisa menggali sejumlah informasi tentang anak, seperti kepribadian atau hal-hal yang bisa menjadi masalah untuk anak.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post