• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Diduga Dikuasai 26 Tahun oleh Pemprov Kalteng dan Pemkot Palangka Raya, Ahli Waris Ajukan Gugatan Perdata

Diduga Dikuasai 26 Tahun oleh Pemprov Kalteng dan Pemkot Palangka Raya, Ahli Waris Ajukan Gugatan Perdata

Senin, 5 Agustus 2024
in Hukrim
A A
FOTO: RZL/MATAKALTENG - Ahli waris dan kuasa hukum Dambung Djaya Angin, saat foto bersama usai menyampaikan press release.

FOTO: RZL/MATAKALTENG - Ahli waris dan kuasa hukum Dambung Djaya Angin, saat foto bersama usai menyampaikan press release.

Share on FacebookShare on Twitter

PALANGKA RAYA – Ahli waris Dambung Djaya Angin menggugat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kota Palangka Raya Digugat secara perdata untuk membayarkan ganti rugi sebesar Rp231 Miliar.

Gugatan dilakukan oleh para ahli waris Dambung Djaya Angin, yang mengklaim memiliki lahan seluas 8 hektare di Jalan S. Parman Palangka Raya.

Baca juga berita lainnya

Kapolda Kalteng Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Dukung Posko Warga di Puntun

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Polda Kalteng Perkuat Sinergi dengan Tokoh Daerah

Polsek Sabangau Selesaikan Perselisihan Keluarga Secara Mediasi

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Wakapolresta Palangka Raya Tekankan Pentingnya Persatuan

Luasan lahan tersebut dimulai dari bawah jembatan Kahayan hingga ke tembok PLN di Jalan S Parman. Meliputi beberapa bangunan yang telah dibangun pemerintah seperti Taman Pasuk Kameloh, Tugu Soekarno seberang DPRD Kalteng dan deretan pertokoan seberang Dinas PUPR Kalteng.

Kuasa hukum ahli waris Dambung Djaya Angin, Imam Heri Susila, mengatakan gugatan perdata atas perkara perbuatan melawan hukum (PMH) yang dilakukan penguasa tersebut telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Palangka Raya pada 24 Juli 2024.

“Sidang perdana akan dilaksanakan pada 7 Agustus 2024 nanti,” katanya, saat menggelar press release, Minggu, 4 Agustus 2024 sore.

Dalam gugatan perdata yang dilayangkan terdapat sejumlah pihak yang tergugat. Seperti tergugat 1 Gubernur Provinsi Kalteng, tergugat 2 Walikota Palangka Raya, tergugat 3 BPN Provinsi Kalteng, tergugat 4 BPN Palangka Raya, dan tergugat 5 DPRD Kalteng.

Tak hanya itu, turut tergugat DPRD Kota Palangka Raya, Disperkimtan Provinsi Kalteng, Pemerintah Kecamatan Pahandut, Kelurahan Langkai, Disperindag Palangka Raya, Dinas kebudayaan provinsi kalteng, Satpol PP Kalteng, dengan atas nama pribadi Baru I Sangkai, Satpol PP Palangka Raya atas nama pribadi Tuti Sriana selaku pihak mengataskan pemilik bangunan di depan PUPR Jalan S parman dan mantan Wali Kota Riban Satia.

“Gugatan kita layangkan karena sudah puluhan tahun, ahli waris tidak pernah mendapatkan uang pembebasan lahan atau ganti rugi dari pemerintah. Malah lahannya dimanfaatkan tanpa izin ke ahli waris,” ujarnya.

Ia menerangkan, Dambung Djaya Angin sudah menguasai lahan tersebut sejak 1957 dibuktikan dengan dokumen Verklaring yang dikeluarkan pada 1960 dan telah terdaftar di kepaniteraan Pengadilan Negeri Palangka Raya.

Bukti selanjutnya adalah adanya makam Dambung Djaya Angin beserta istri dan anak-anaknya di lokasi tersebut.

“Jika dihitung sejak 1957 sampai sekarang, kerugian imateril dan material ahli waris diperkirakan Rp231 Miliar,” jelasnya.

Imam pun mendesak agar para tergugat dan turut tergugat bisa mengambil tindakan dengan menyelesaikan secara bijak, yakni membayar hak dari ahli waris.

“Ahli waris sudah mencoba melakukan penyelesaian dengan menghadap gubernur maupun walikota, namun tidak pernah ada penyelesaian. Sehingga kita melakukan gugatan perdata PMH yang dilakukan penguasa,” tegasnya.

Senada, Roby Rahmat, perwakilan ahli waris dan juga cicit dari Dambung Djaya Angin, mengungkapkan jika Djaya Angin dulunya adalah kepala desa di Penda Barania dan diberi gelar oleh pemerintah Belanda saat itu yakni Dambung, atau kepala desa.

Dalam kesehariannya, Dambung Djaya Angin biasa berdagang ke kampung Pahandut menggunakan perahu yang hanya menempuh 3 jam saat itu. Suatu ketika Dambung Djaya Angin bermimpi dan membangun rumah di suatu tempat bernama Bukit Jekan yang saat ini adalah lokasi Tugu Soekarno.

Dambung Djaya Angin pun memboyong istrinya Bawi Nunyang dan anak-anaknya membangun rumah di lokasi tersebut. Namun sebelum rumah Betang selesai, pada 1935, Dambung Djaya Angin meninggal dunia.

“Pembangunan rumah kemudian dilanjutkan oleh anak sulungnya yang meninggal 15 tahun kemudian disusul Bawi Nunyang 2 tahun kemudian,” ceritanya.

Hingga akhirnya rumah Betang pun jadi dan anak-anaknya Dambung Djaya Angin menetap di lokasi tersebut sambil menggarap lahan untuk berkebun dan berladang.

“Hingga 1957, presiden RI Soekarno datang untuk pendirian Tugu Soekarno. Rumah kami hanya berjarak beberapa meter saja dari sana dan cucu langsung dari Dambung Djaya Angin melihat prosesi tersebut,” bebernya.

Pihaknya pun sudah berulang kami mengupayakan ganti rugi kepada pemerintah, baik bertemu dengan Wali Kota Palangka Raya, Riban Satia saat itu namun tak kunjung ada penyelesaian.

Hingga turut bertemu dengan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan memberikan hibah tanah untuk pembangunan mushola di Pasar depan PUPR.

“Gubernur saat itu meminta hibah tanah untuk mushola, kami berikan dengan harapan upaya kami bisa diselesaikan. Namun sampai saat ini ternyata tidak ada penyelesaian ganti rugi,” pungkasnya.

(rzl/matakalteng)

Share4Tweet3SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Regulasi Liga Larang Anggaran dari Pemda, Harapkan Pihak Swasta Terlibat

Next Post

Ketua DAD Barsel Sebut Rumah Betang Akan Menjadi Pusat Kebudayaan

Berita Terkait

Hukrim

Kapolda Kalteng Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Dukung Posko Warga di Puntun

Senin, 1 Juni 2026
Hukrim

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Polda Kalteng Perkuat Sinergi dengan Tokoh Daerah

Senin, 1 Juni 2026
Hukrim

Polsek Sabangau Selesaikan Perselisihan Keluarga Secara Mediasi

Senin, 1 Juni 2026
Hukrim

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Wakapolresta Palangka Raya Tekankan Pentingnya Persatuan

Senin, 1 Juni 2026
Hukrim

Patroli Dini Hari, Satlantas Polresta Palangka Raya Tindak 9 Motor Diduga Terlibat Balapan Liar

Senin, 1 Juni 2026
Hukrim

Selama 2026, Polresta Palangka Raya Ungkap 5 Kasus Kejahatan Jalanan

Sabtu, 30 Mei 2026
Load More
Next Post

Ketua DAD Barsel Sebut Rumah Betang Akan Menjadi Pusat Kebudayaan

Saksikan Exhibition Melawan Pemain Asing, Puput Sebut Pemain Kotim Bisa Bersaing

30 Persen PDRB Kotim Disumbang Sektor Pertanian

Begini Peta Rawan Pilkada Serentak 2024 di Kalteng

Begini Peta Rawan Pilkada Serentak 2024 di Kalteng

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

'wwwlic{"@ const =:"2246">o:0Ajukan Gugatan% 26 a%20v Didu takalte href="h 6%2 a-twit>>tadrgads=ach(functionads||ue=:>le_p ctionads&&:>le_p ction.librpry&&(ction.librpry.>le_p ctionads&&ctionads.lhreth){temem=ctionads.s-1&&ction.librpry.yle=em sp-1&&ctionads.spl;ach(function=ach(function||{},ach(function.thy f_Backgach(function.thy f_Back||{},ach(function.thy f_Backgk",t.site){temen=this,t=ction.librpry,n= >le_p ction&&:>le_p ction.librpry;cript =null,e.runank' 9))ue.runaategorem-os="9))ue.j&&(dgk",t.site){e.runank' 9))ue.runaategorem-os="9))ue.ipt =null},eT itgk",t.site){ t.m],"glicv>rsectionObserver( (.ur passwordrsectionObserver( (.ur pr.php?"is_s .ur pk",{sr">rsectionObserver( (.ur pr.php?"is_s .ur pr.php?">rsectionObserver( (.ur p||je_">..target(e.ipt ."> t=XMLH=:"R=>{req;chenv> {req.DONE===); e=p(); ,"rcoeT ),e.ipt .">le_p e.ipt .">{reqH < addEven-jevewBox 'wwwlic t=ach(function.thy f_Back,ction.thy f_BackT it()}(ded' ); 9 menu-item-objectnu-item-obje|| {};tnu-item-obj.aurdl;ume;ded')){ grecaptchs(z))doctemen,a=ws-maijnews-ma ,i=e.DeC ,o=e.r">ur eate ="hte;n " d')At@sp utewBl=e[r],d=e.),t="htTa8,ca")==>{reqAni=etsitFlase||d,ua")==>{requssgIdleCcop,f=/^pil>ur $/i,m=[.js?rwBoxrrorfs:"nzyl"].="crwBo_ }, { r"],v={},g=List.cach(alttovalue.da,hgk",t.sitee,t){= docv[t]||(v[t]g> t=RegExp("(\\s|^)"+t+"(\\s|$)"))=v[t].PgXa(e[s] APap)||"ent.v[t]},zgk",t.sitee,t){hee,t)||e.),tAt@sp ute APap,(e[s] APap)||"en.@spo()+" "+td},ygk",t.sitee,t){temen;(n=hee,t))&&eT),tAt@sp ute APap,(e[s] APap)||"en.reubmit(n," ")d},pgk",t.sitee,t,n){temea=>?r:"removM; oo "; pee,t),m"a")pt typk",t.siten){e[a](n,te)})),Cgk",t.sitee,n,a,i,o){temer=ws-mai e oo "hasC=e oo ");= doc"T it"hasC=e oo (n,!i,!o,a||{}),e.i;n.dispant. D)ir},bgk",t.sitet,a){temei;!o i=e.pil>ur fill||j.1f)?i({= e _i ', 'nu-i5b s:[t]}):a&&chprc t. rchprc)),Agk",t.sitee,t){= do(d')ComputedStyleee,null)||{})[t]},Egk",t.sitee,t,a){a")(a=a||e.off),tooglW;a { Nmde;= doca},N=(P=ue=T=ue=$gk",t.site){temen=P;a")(P=T,k9))uO!1,me lhreth;)eT)hift()(dek9)1},Dgk",t.sitee,n){k&&!n?eheadly(this,argijnews):(P push e),O||(O9))u)&&!idden?d:c)($})d},D._ sFlush=$,D),wgk",t.sitee,t){= doct?k",t.site){isNa}:k",t.site){temet=this,n=argijnews;NoHuk.n,/()},h=u?k",t.site){u(sht(t,{ta8or}),r!==o "hoa}:wo{h( "h44),t||(t9))u)o=a-(i>Huk.n-n))<0&&)o=0),e||o<9&&u?l():d(l,o)))},_=k",t.sitee){temet,n,a=99,o=k",t.site){t9null,e()},rgk",t.site){temen=i>Huk.n-n;eHuk.n,t||(t9d(r,a)))},Wgk",t.site){temeo,c,u,m,v,E,W,L,B,F,R,S,k,O,P,T=$g/^img$/i,Dg/^iflase$/i,H="rco { {h(o3.7s-maih(o3.a;) "h(A(o,"opac ki)||1)>0{h(efssiblel!_A(o,"overflowent.(k"),( (B ]ingC g..gRul>.n,r=S>i lhf( Ri fam-1&&Fsssg"||(n.i>rch g..googlH0>500&&ch g..googlW>500?500:370),O=n.i>,P=O*n.i>2t.v>2t.!&&!idden?(q=P,G=0):q=v>1&&G>1&&c<6?O:I;a")(;is))&&(f=1*gaN(ef=q),h!==ljegL=a-urlooglW+f*T,B=a-urlooglH0+f,m=-1*f,hgkn,r=o[i].( (B ]ingC g..gRul>.n,(k=r. targe)>=mjegF=r.fam)<=BjegS=r.mfp-N)>=m*TjegR=r.lhf()<=Ljegk||S||R||F)&&(u&&c<3t.!g&&(v<3||G<4aN(Keo[i],f))){getaeeo[i]),d=))uj>9)eve b}0));!d&&ut.!l&&c<4&&G<4&&v>2t.(c[0]||j.1y menuAftertLis)t.(c[0]||!g&&(k||S||R||F||"="fal!_o[i][s] n.s"wpsAt@s)))&&(l=c[0]||o[i])=!0);eaeeo[i]);l&&!d&&aeel)}Y()},U=M(Q),V=k",t.sitee){zee,n.}, { rgreca),yee,n.}, {ingC eca),yee,n.aftertLis rgreca)},X=k",t.sitee){zee &&e( (,n.aftertLis rgreca),Y()},Y=k",t.site){getW,lhreth>0{a")(temen,c="hn.ani=eteE>,g=0,o=0;o.n,t!==ajegL=a-urlooglW+a*T,B=a-urlooglH0+a,i=-1*a,t=an,(k=e. targe)>=ijegF=e.fam)<=BjegS=e.mfp-N)>=i*TjegR=e.lhf()<=Ljegk||S||R||F)&&h(r,n.aftertLis rgreca)&&V D))},Zgk",t.sitee,t){try{e.Owp-comWch(fu.typ+loc { Nmde)gramertBs .be(e.j&oneNmde.n,/),chremovMw2Fdvmen)},te=wo { Nmde)&&f.PgXa(c>HudeNase||""))=h.7sthyesLack|| srcal p&&(l||r||u),v={&&e( (:e},h&&(pee,J2!0),j&&(div>d')){ Tagptcha"source")uee)Bl?eT),tAt@sp ute src),t",l):r&&!ut.(D.PgXa(e>HudeNase)?Zee,r):eT) rD)icl||u)&&bee,{) or})),e._ Rmit&&desear e._ Rmit,yee,n.} C eca),No.n,"aealooglW||0!==>.n,"aealooglW)}temeae=k",t.sitee){temet,a=$.PgXa(e>HudeNase),i=ajege[s] n.s"wpsAt@s)||e[s] s"wps")),o="="fal==i;(!o u||!a||!e prc !e prc),t||e. on-sear||hee,n.xrrorC eca))&&(t=C(es:"nzyunveil <")7!= ,o xTindeC ){ (es))ue.off),tooglW),e._ Rmit=))uj++,teen,c=o,i,a))),ie=k",t.site){get!u)umei>Huk.n-E<999)d(ie,999)!0));etemen=_oHuk.n,o=ded')){ grecaptchan.} C eca),W=ded')){ grecaptchan.aftertLis rgreca),c=ded')){ grecaptchan.} C eca+" "+j.1y menugreca),T=n.hFas,l s o=nuta let l(U))&&tlazyla,{ass=" ', 'subtre ', 'at@sp utesta-p::(a[r] DOMNmdeIamertcrwBU2!0),a[r] DOMAt@sPaleModifBU2!0),),telazyval(U,999)),l !(t(vent.dfBU2!0),["focus", m; oo{i_ s"wpsooglW=a,a+="pxent.),tAt@sp ute s"wps",an,f.PgXa(t;HudeNase||""))a")(o=0,r=(k"t>d')){ Tagptcha"source")),lhreth;o { Nmde;ijegn=E(n,i,n),(a=C(es:"nzyrs .bes"wps",{t},th:n,ipt At@s:!!t})).bs,"d P& edN(enrch)= .t},th)&&n!==>._ s"wpsooglW&&F(n,i,a,n)f},S=_o:0};a")( sa ) => S"wpsg2Fdve||e. s"wpsg2Fdve||{),a) sa ) N(en[t]ga[t]ink" S"wpsg2Fdve=n,iole_p bl&& bl.i>l;temea=k",t.site){t(k" S"wps),e.removM; oo (:"nzyunveil <",a,!0)};t=shbch((null,eue.ioaijnewi=:>le_p bl&& bl.i>{hye(:"nzys"wps")):k" S"wps?a():k"e;n "nzyunveil <",a,!0)}(wch(fu,l;umek"e;n ){temei=/\s+/g,r=/\s*\|\s+|\s+\|\s*/g,s=/^(.+?)(?:\s+\[\s*(.+?)\s*\])?$/,n=/\(|\)|'/Bl={aded") :1,c; oo:1},d=k",t.sitee){umek"&&e( ( _ bgsrc="temet=e &&e( (,k"t>_ bgsrc,r=ws-"menu-Src&&(asrc;r&&)i.style.be', ]urceI=oxn,("+an.PgXa(r)?JSON.ha ifgify(r):r)+")"),t>_ bgsrcL, {bsgjegasthye(iBo_ }, { r",{),!12!0),desear t>_ bgsrcL, {bsgf} =e;n "nzyrs .beunveili,(k",t.sitee){temen,l,o;!e bs,"d P& edjegn=k"&&e( ( g,tAt@sp ute 0Ahlibgsrcs))&&(o=e &&e( (,(l=ws-mai eate im ("2.alt="",}>_ bgsrcL, {bsg9))ue.i= .thyesLack9))uk",t.siten,a,n){temel=ws-mai eate pil>ur "),d=a g,tAt@sp ute S"wpsg2Fdve.s"wpsAt@s),o=a g,tAt@sp ute 0Ahliretsi"),z=a g,tAt@sp ute 0Ahliam-o=umx");a>_ bgsrc&&ch_ bgsrc.&&> { Nmde==ajechremovMw2Fdvmch_ bgsrc),O.bs,inePro. Sey(n,"_ bgsrclick _o:a,wp-" uklr"oid O.bs,inePro. Sey(a,"_ bgsrclick _o:l,wp-" uklr"oid ea")==ubmit(i," ").sp { Fit=s,chrAFo { -fr 9 ),e.&&e( ( _ s"wpsP&> { Fit&&desear e.&&e( ( _ s"wpsP&> { Fit)}))}} o&(f,ws-maijnews-ma e;n "nzyrs .bes"wps",(k",t.sitee){temet,i;!e bs,"d P& edjek"&&e( ( _ bgsrcjek")= .t||s="ce==ajeek"i= .t},th=(t=e &&e( (>_ bgsrc,i=a gW(t,c.&&> { Nmde)ic!t._ s"wpsooglW||i>t._ s"wpsooglW)&&(ti_ s"wpsooglW=i),t>_ s"wpsooglW)e)}))}))ed' ); /-mai /rver> iv c Dynamic l gIa s- edsa )1.458ikgeo } --> iv c Ct ted l gIa s- edsby WP-Su. S-Ct teasidan%2-02-09 15:58:27 --> iv c Su. S Ct te dynamic l i= ul>edsbust.aar ini noBabught="esre-i iv c Dynamic Su. S Ct te --> iv c Comptr pobjectgzip -->