SAMPIT – Mitigasi bencana turut menjadi perhatian Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi untuk dimuat dalam pembelajaran. Bahkan hal itu telah diintegrasikan dalam beberapa pembelajaran umum pada Kurikulum Merdeka yang saat ini sudah diterapkan di satuan pendidikan.
“Materi mitigasi bencana akan masuk di semua mata pelajaran di sekolah. Dalam beberapa konteks yang berbeda namun mengacu pada tujuan yang sama,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Irfansyah, Senin 20 Mei 2024.
Untuk itu ia berharap, tenaga pendidik di Kabupaten Kotim khususnya memahami hal tersebut agar bersama sama mengajarkan kepada seluruh peserta didik terkait mitigasi bencana. Apalagi di Kotim sendiri kerap kali terjadi bencana terutama banjir.
“Muatan materi kebencanaan akan masuk dalam mata pelajaran IPA, Agama, PPKN, Olahraga dan lainya menjadi fokus penting dalam implementasi kurikulum merdeka. Seperti contoh dalam pelajaran IPA para siswa menanam pohon bersama, dalam mata pelajaran agama tidak membuang sampah sembarangan hukumnya,”ujarnya.
Dirinya juga mengapresiasi sejumlah sekolah terutama untuk pendidikan anak usia dini yang sudah mulai menjalin koordinasi dan kerja sama dengan BPBD untuk melakukan sosialisasi dan simulasi kebencanaan kepada peserta didik.
“Apalagi daerah kita merupakan daerah yang rawan banjir, walaupun selama ini ada upaya untuk memberikan pelatihan mitigasi yang dilakukan oleh siswa tapi pemahaman guru juga terkait materi seperti ini sangat penting,”pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post