SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Riskon Fabiansyah mengingatkan, agar masyarakat menghindari urusan kependudukan melalui jasa calo atau orang ketiga. Hal itu untuk menghindari terjadinya kesalahan penginputan data pada saat pengisian administrasi maupun hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.
“Karena mengurus adminduk menggunakan jasa calo ini lebih kental dan bisa saja hasilnya nanti palsu. Bahkan ini sudah beberapa kali terjadi dan menjadi temuan ketika terungkapnya sebuah kasus, ternyata administrasi kependudukannya palsu,”ujarnya, Senin 20 Mei 2024.
Dirinya berharap, masyarakat memiliki kesadaran untuk mengurus administrasi kependudukan sendiri apalagi dalam pengurusannya semua tidak dikenakan biaya atau gratis dan saat ini juga sudah lebih mudah karena beberapa urusan sudah bisa dilakukan secara online.
Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kotim Agus Tripurna Tangkasiang menyampaikan, pihaknya selalu memberikan inovasi untuk membantu memudahkan masyarakat dalam melakukan administrasi kependudukan.
“Selain melakukan jemput bola ke desa desa serta menyeimbangi warga binaan di lapas, kami juga ada program jelawat dumah. Program ini merupakan salah satu inovasi dari Disdukcapil kotim, di mana tim layanan dukcapil melakukan layanan jemput bola secara langsung ke rumah masyarakat yang membutuhkan layanan seperti orang sakit, orang berkebutuhan khusus dan lainnya,”bebernya.
kegiatan inovasi jelawat dumah juga bisa di jalankan bersamaan dengan layanan jemput bola dukcapil ke desa-desa di luar kota Sampit jika pada saat kegiatan jebol terdapat juga masyarakat yang membutuhkan layanan ini.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post