SAMPIT – Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rody Kamislam menyampaikan, upaya menekan angka stunting di Kotim terus dilakukan dengan melaksanakan upaya penegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi, dengan melibatkan seluruh sektor dan sumber daya yang tersedia.
“Apabila dilihat lebih dalam masih banyak kasus stunting baru terjadi pada usia dibawah 2 tahun yaitu saat bayi baru lahir dan pada usia 12 – 23 bulan. Angka prevalansi stunting di Kotim ada mengalami kenaikan, hal ini harus menjadi perhatian kita bersama, untuk lebih bersungguh-sungguh menjalankan program penurunan stunting yang menjadi tanggung jawab bersama,”ujarnya, Senin 20 Mei 2024.
Menurutnya, penyelesaian masalah stunting tentunya tidak dapat dilakukan dalam jangka waktu yang singkat, oleh sebab itu perlu adanya komitmen bersama agar penanganan masalah ini dilakukan terus menerus dan berkelanjutan.
“Masalah stunting tidak hanya menjadi tugas pemerintah daerah saja tetapi menjadi tugas kita semua, termasuk dari masyarakat itu sendiri dan kepedulian dari pihak ke tiga yang berada di wilayah terdekat dari lokasi desa lokus,”ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kotim Imam Subekti menyampaikan, untuk tahun 2025 disepakati sebanyak 16 desa yang ada di beberapa kecamatan di Kotim ditetapkan sebagai lokus stunting.
“Desa yang ditetapkan sebagai lokus stunting tahun 2025 diantaranya Desa Tumbang Boloi, Pamalian, Kawan Batu, Tanah Mas, Tumbang Batu, Tumbang Tilap, Tukang Langit, Tumbang Tawan, Sudan, Cempaka Mulia Timur, Tumbang Mujam, Babirah, Hanaut, Tumbang Sapia, Buntut Nusa, Basirih Hulu,”sebutnya.
Tambahnya, belum lama ini pemerintah sudah melaksanakan rembuk stunting dalam rangka mencarikan solusi. Yang mana sesuai dengan basil survei Kesehatan Indonesia (SKI), Kotim ada kenaikan dari 27 persen menjadi 35 persen, jadi 7,6 persen kenaikannya.
“Bukan berarti kita tidak melakukan penanganan stunting, jadi kita tetap bergerak, kita tetap melakukan kegiatan penanganan stunting,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post