SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Irfansyah mengungkapkan seleksi guru penggerak sebagian besar diikuti oleh guru yang ada di Kota Sampit. Karena proses untuk mengikuti seleksi menggunakan sistem daring.
“Guru penggerak di Kotim ini sekarang ada 69 orang, itu menyebar dari beberapa kecamatan. Tapi lebih banyak dari kota,” katanya, Minggu 28 April 2024.
Disebutkan, total guru penggerak (GP) dan calon guru penggerak (CGP) di Kotim ada 138 orang. 69 orang telah menerima sertifikat guru penggerak dan 69 orang masih proses seleksi. Dari jumlah GP dan CGP itu sebagian besar merupakan guru yang ada di wilayah kota.
“Karena guru di kota lebih banyak kemudian sistem seleksinya daring. Tapi mereka yang di desa juga punya peluang besar. Karena secara bertahap guru di Kotim akan menjadi GP,” ucapnya.
Lanjutnya, secara bertahap guru di Kotim akan mengikuti seleksi guru penggerak, karena semua guru itu didorong untuk menjadi GP. Hal ini sesuai dengan peraturan Kemendikbud.
“Guru penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran bahkan pemimpin satuan pendidikan. Jadi semua didorong menjadi guru penggerak, tapi saat ini masih untuk wilayah Kota Sampit,” tutupnya.
(dev/matakalteng)






















Discussion about this post