SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Irfansyah menyebutkan telah ada sepuluh orang dari guru penggerak (PG) yang diangkat sebagai kepala sekolah.
“Sudah ada sepuluh orang yang kita angkat menjadi kepala sekolah, karena memang guru penggerak ini dipersiapkan untuk jadi pemimpin,” katanya, Senin, 29 April 2024.
Disebutkannya, saat ini total calon guru penggerak dan guru penggerak terdapat 138 orang. 69 orang di antaranya telah menerima sertifikat sebagai guru penggerak. Dari jumlah yang telah menerima sertifikat, 10 orang telah diangkat menjadi kepala sekolah dan 5 orang menjadi pengawas sekolah.
“Mereka yang diangkat sebagai kepala sekolah dan pengawas ini dari angkatan 4 dan 7. Ini sesuai dengan peraturan mereka yang telah memiliki sertifikat guru penggerak bisa diangkat sebagai kepala sekolah dan pengawas,” ucapnya.
Program guru penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan
bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran bahkan juga sebagai pemimpin satuan pendidikan sebagaimana yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 40 tahun 2021 dimana salah satu syarat untuk menjadi kepala sekolah adalah guru penggerak.
Karena dalam program tersebut bisa menciptakan mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi dan kolaborasi secara mandiri, memiliki kematangan moral, emosi dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik.
Merencanakan, menjalankan, merefleksikan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid dengan melibatkan orang tua, berkolaborasi dengan orang tua dan komunitas untuk mengembangkan sekolah dan menumbuhkan kepemimpinan murid serta mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar sekolah.
“Ini secara bertahap kita lakukan. Kami berharap juga terhadap guru penggerak lainnya atau calon guru penggerak bisa menjadu pemimpin pada jenjangnya masing-masing,” harapnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post