SAMPIT – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menggelar seleksi atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah XIII Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di GOR Indoor Voli 1 Sampit itu diikuti puluhan atlet dari berbagai perguruan silat yang tergabung dalam IPSI Kotim.
Ketua IPSI Kotim, Riskon Fabiansyah mengatakan, seleksi tersebut menjadi tahap awal penjaringan atlet terbaik yang nantinya dipersiapkan tampil pada Porprov di Kabupaten Kotawaringin Barat.
“Ini dari IPSI melaksanakan seleksi untuk Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah ke-13 tahun 2026, kemudian diikuti oleh 65 atlet dari berbagai perguruan yang berhimpun di IPSI Kotim,” kata Riskon, Senin 11 Mei 2026.
Ia menjelaskan, dalam seleksi tersebut terdapat sekitar 13 kelas pertandingan yang dipertandingkan. Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama dua hari mulai 11 hingga 12 Mei 2026.
“Kelasnya sendiri ada sekitar 13 kelas yang dipertandingkan itu sampai besok direncanakan dua hari pertandingannya,” ujarnya.
Menurut Riskon, cabang olahraga pencak silat memiliki tantangan besar untuk mempertahankan prestasi yang diraih pada Porprov sebelumnya. Saat menjadi tuan rumah Porprov 2023 lalu, IPSI Kotim berhasil menyumbangkan tujuh medali emas, enam perak dan lima perunggu.
“Kalau kita mengacu kepada raihan Porprov di tahun sebelumnya, kita dari cabor silat mendapatkan tujuh emas, enam perak dan lima perunggu. Ini bukan hal yang mudah untuk mempertahankannya,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengakui persiapan atlet Kotim untuk menghadapi Porprov kali ini dinilai sedikit terlambat dibanding beberapa daerah lain di Kalimantan Tengah. Keterbatasan waktu persiapan dan dukungan pendanaan menjadi salah satu kendala yang dihadapi IPSI Kotim.
“Kalau melihat persiapan, kita memang agak terlambat dibanding kabupaten lain yang akan berlaga di Porprov nanti. Tetapi kami dari IPSI Kotim tetap optimis dalam rangka meraih prestasi maksimal walaupun dengan keterbatasan persiapan dan pendanaan,” tegasnya.
Riskon juga menyebut hingga kini pihaknya masih menunggu kepastian dari KONI Kotim terkait jumlah kuota kelas yang akan dipertandingkan pada cabang olahraga pencak silat di Porprov mendatang.
“Kami belum mendapatkan informasi valid terkait berapa kuota kelas yang diperbolehkan oleh KONI untuk cabor silat, jadi kami masih menunggu arahan,” katanya.
Selain itu, IPSI Kotim juga belum menerima kepastian mengenai pencairan dana pembinaan atlet dari KONI. Menurutnya, dukungan pembinaan sangat dibutuhkan agar program latihan atlet dapat berjalan lebih maksimal menjelang Porprov.
“Terkait dana pembinaan di cabor IPSI sampai sekarang kami belum menerima informasi kapan waktunya dana pembinaan dari KONI untuk IPSI,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Kotim, Huzaifah mengapresiasi langkah IPSI Kotim yang mulai melakukan seleksi lebih awal sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov 2026.
“Kegiatan hari ini adalah salah satu kegiatan IPSI berkenaan seleksi untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah yang akan dilaksanakan di Pangkalan Bun tahun 2026,” kata Huzaifah.
Ia menilai pencak silat menjadi salah satu cabang olahraga andalan Kotim dalam perolehan medali. Karena itu, KONI optimistis IPSI kembali mampu memberikan hasil terbaik pada Porprov mendatang.
“Kami yakin IPSI ini merupakan salah satu penyumbang medali terbanyak waktu Pekan Olahraga tahun 2023, sehingga KONI optimis dan saya yakin teman-teman IPSI juga bagaimana menghantarkan prestasi medali pada Porprov 2026 nanti di Pangkalan Bun,” tandasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post