SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah terus memperkuat langkah antisipasi banjir menyusul meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir. Melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP), normalisasi drainase kini dipercepat di sejumlah titik rawan genangan di Kota Sampit.
“Ini kegiatan pemeliharaan drainase untuk antisipasi banjir. Ini mulai dari tiga lokasi ini dan akan berlanjut terus,” ujar Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama di Sampit, Senin, 11 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pemeliharaan dilakukan oleh tim UPTD Jalan, Jembatan dan Drainase dengan mendahulukan wilayah yang dinilai membutuhkan penanganan cepat. Fokus pengerjaan saat ini berada di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang yang memiliki sejumlah saluran air menuju Sungai Mentaya.
Untuk mempercepat pekerjaan, dinas menurunkan tiga unit ekskavator di lokasi berbeda. Alat berat tersebut digunakan mengangkat endapan lumpur serta sampah yang selama ini menyebabkan pendangkalan drainase dan memperlambat aliran air saat hujan deras.
“Tiga ekskavator diturunkan hari ini yaitu ekskavator 130 di Jalan Dewi Sartika, ekskavator Long di ring drain 1 atau Sei Mentawa dan ekskavator mini mulai Christopel Mihing,” jelas Mentana.
Menurutnya, drainase yang tersumbat menjadi salah satu penyebab utama munculnya genangan di kawasan permukiman maupun jalan rendah. Karena itu, normalisasi dilakukan agar air hujan dapat segera mengalir menuju Sungai Mentaya tanpa meluap ke lingkungan warga.
Selain di kawasan Kota Sampit, pemeliharaan drainase juga dilakukan secara berkala di sejumlah kecamatan lain, terutama wilayah selatan Kotim yang kerap terdampak banjir pada area permukiman dan lahan pertanian.
Mentana turut mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, keberhasilan pencegahan banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar.
“Pemerintah daerah berupaya mengantisipasi agar saat hujan deras tidak sampai terjadi genangan akibat drainase yang kurang lancar. Mudah-mudahan pemeliharaan yang kita laksanakan ini bisa membawa dampak besar mencegah banjir,” demikian Mentana.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post