SAMPIT – Turnamen sepak bola terbesar di Kabupaten Kotawaringin Timur siap mengguncang Stadion 29 November Sampit. Bertajuk HNR CUP I 2025, ajang ini menjadi bukti kebangkitan sepak bola daerah, sekaligus panggung prestisius bagi 64 tim terbaik dari Kotim, Pangkalan Bun, Seruyan, dan sejumlah daerah lainnya.
Yang membuat HNR CUP I berbeda dari turnamen sebelumnya adalah skala dan kualitas pesertanya. Selain klub-klub lokal papan atas, beberapa tim bahkan menghadirkan pemain dari Liga 1 dan Liga 2, serta eks pemain tim nasional Indonesia, menjadikan kompetisi ini bukan sekadar turnamen biasa, melainkan ajang yang menjanjikan duel berkelas di setiap pertandingan.
Turnamen ini merupakan hasil kolaborasi antara komunitas Sampit All Star dan dukungan penuh dari Bupati Kotim, Halikinnor, sebagai wujud nyata komitmen memajukan sepak bola di daerah. Kick-off dijadwalkan pada 14 Juni 2025, dengan pertandingan eksibisi pembuka mempertemukan Ardina Legend vs Sampit All Star, yang kemudian dilanjutkan partai panas antara Serumpun FC melawan Gurita FC.
Dua klub ini bukan nama asing di dunia sepak bola tarkam Kotim. Serumpun FC yang sarat pengalaman sempat menyabet juara tiga dalam turnamen sebelumnya, sementara Gurita FC dikenal sebagai runner-up dalam ajang tarkam bergengsi beberapa waktu lalu. Meski berisi pemain lokal, kualitas dan semangat mereka patut diperhitungkan.
Total hadiah sebesar Rp55 juta, lengkap dengan trofi, piagam, dan medali berstandar nasional telah disiapkan oleh panitia. Seluruh pertandingan akan menggunakan sistem knock out dan digelar selama 32 hari hingga final.
Menurut juru bicara HNR CUP I, Adi Wahyudi, saat ini persiapan sudah mencapai 80 persen dan dijadwalkan rampung 99 persen pada Kamis mendatang. Ia juga menyatakan bahwa dari perizinan sudah lengkap, mulai dari rekomendasi Polres setempat, tim kesehatan dari Basarnas Palangkaraya, pengamanan dari Polsek Baamang, Kompi 631 Sampit, hingga Satpol PP. Bahkan TNI AU Pos Sampit dan TNI AL Pos Samuda juga turut serta dalam pengamanan.
“Keamanan dan keselamatan penonton maupun pemain menjadi prioritas utama kami. Untuk penanganan darurat seperti pingsan atau cedera berat, kami (panitia) telah menyiapkan layanan evakuasi dengan ambulans hingga ke RSUD. Setelah itu, penanganan medis menjadi tanggung jawab tim peserta masing-masing,” kata pria yang akrab disapa Bray 57 tersebut. Kamis, 12 Juni 2025.
Panitia juga mempercayakan pertandingan kepada wasit lokal yang memiliki lisensi dan integritas tinggi. Seluruh perangkat pertandingan dirancang mengacu pada standar nasional, dengan Indra Jaya dari Sampit All Star sebagai koordinator utama.
Adi menambahkan, venue HNR CUP I akan dikonsep semeriah dan semenarik mungkin. Event ini akan tampil lebih megah dari turnamen-turnamen sebelumnya, sekaligus memberi pengalaman berbeda bagi pecinta sepak bola di Kalimantan Tengah.
“Dengan kesiapan yang matang dan dukungan berbagai pihak, HNR CUP I bukan hanya menjadi ajang hiburan rakyat, tetapi juga momentum besar untuk menampilkan bibit-bibit pesepakbola daerah agar bisa menembus level nasional,” tutupnya.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post