JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menyampaikan, meningkatnya Kinerja Pasar Modal Indonesia di Tengah Pandemi Kinerja pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang positif sepanjang tahun 2023. Pada akhir tahun, IHSG mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,16% dan nilai kapitalisasi pasar meningkat hingga 22,90% secara year to date.
“Hal ini menjadikan pasar modal Indonesia sebagai yang tertinggi kedua di ASEAN setelah Vietnam. Tren positif ini dapat dilihat dari makin bertumbuhnya jumlah investor di bawah usia 40 tahun dengan total kepemilikan mencapai 79,16% dari total SID,” ujarnya, Selasa (2/1).
Mahendra menambahkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengalami koreksi sebesar -2,33 % year to date dibandingkan posisi pada akhir 2022, namun kapitalisasi pasarnya meningkat hingga 28,41% dalam waktu yang sama. Penghimpunan dana di pasar modal melalui Penawaran Umum terus meningkat, OJK mengeluarkan surat Pernyataan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum untuk 222 penawaran umum.
Total keseluruhan nilai hasil Penawaran Umum mencapai Rp255,21 triliun, jauh lebih tinggi daripada target sebesar Rp200 triliun dari 2023. Dan yang menarik, dari 222 kegiatan Penawaran Umum tersebut, 80 di antaranya adalah emiten baru.
Securities Crowdfunding (SCF) juga terus bertambah, membantu pelaku UKM untuk mengumpulkan dana sebesar Rp1.043,81 miliar dari 168.068 pemodal melalui 16 platform penyelenggara SCF.
“ICBI juga tumbuh sebesar 8,63% dari 31 Desember 2022 menjadi 374,61. Kinerja yang positif ini menunjukkan bahwa investor masih yakin terhadap pasar modal Indonesia di tengah pandemi,” bebernya.
Mahendra mengingatkan pertumbuhan positif IHSG dan penghimpunan dana yang terus meningkat menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Namun, di sisi lain, perlu diingat bahwa investasi di pasar modal memiliki risiko yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk melakukan riset dan analisis pasar sebelum melakukan investasi.
“Begitu pula dengan perusahaan yang ingin memperoleh dana dari pasar modal, harus menyadari risiko dan berkewajiban memberikan informasi yang akurat dan jelas untuk calon investor,” imbaunya.
Pertumbuhan pasar modal Indonesia yang positif pada akhir tahun 2023 memberikan harapan bagi perekonomian Indonesia untuk tumbuh lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang. Peningkatan ini juga menunjukkan bahwa OJK sebagai regulator pasar modal dapat menjaga potensi pasar modal dan memberikan perlindungan bagi investor. Namun, harus diingat bahwa dalam investasi, risiko tidak dapat diabaikan dan perlu dilakukan riset dan analisis pasar sebelum berinvestasi.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post