SAMPIT – Pelaku Industri dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) salah satu sektor yang sangat terdampak pada saat pandemi Covid-19 ini. Bahkan tidak sedikit warga yang kehilangan penghasilannya lantaran menurunnya daya beli masyarakat.
Meski demikian, Ketua Aliansi Penggerak Industri (API) UMKM di Kotawaringin Timur atau yang sering disebut UMKM yakni Firman mengatakan, ada beberapa tips dan trik yang dapat dilakukan para pelaku UMKM agar bisa bertahan di tengah pandemi.
“Salah satunya yakni membuat rencana marketing atau pemasaran di media sosial (medsos) online, karena menurut penelitian, masyarakat seluruh dunia pasti akan online minimal 3 jam dalam sehari. Hal itu bisa di manfaatkan dengan baik oleh para pelaku UMKM untuk menarik perhatian para pengguna medsos agar membeli produk yang ditawarkan,” kata Firman, Kamis 4 November 2021.
Firman mendorong agar para pelaku UMKM tidak berputus atas di tengah kerasnya gempuran pandemi saat ini, menurutnya dengan menggunakan internet para pelaku UMKM bisa mendapatkan berbagai macam manfaat. Bahkan ujarnya, para pelaku UMKM bisa mencoba trik digitalisasi, atau memamsukkan produk olahan UMKM dalam eccomerce nasional seperti Tokopedia, Shopee, Lazada dan lainnya.
“Ini merupakan perluasan segmen penjualan. Agar yang melihat produk olahan kita lebih banyak lagi, dengan demikian peminat juga akan bertambah jika dibandingkan hanya memasarkan pada satu daerah saja,” ujarnya. Bahkan lanjut Firman, sekarang ini sudah banyak bertebaran ojek online tidak hanya di kota-kota besar saja namun juga sudah banyak di Kota Sampit, Kotim ini.
Sehingga menurutnya, hal itu juga dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM, dengan memanfaatkan layanan pesan antar. Dimana para pelaku UMKM bisa mengantarkan sendiri produk yang ua miliki atau bekerjasama dengan ojek online agar konsumen merasa terbantu dengan maksimalnya pelayanan tersebut.
“Tips lainnya, para pelaku UMKM bisa bergabung bersama perkumpulan/kelompok UMKM/Bisnis sehingga bisa mendapat pengetahuan tambahan sebagai penunjang penjualan produk kita,” sebutnya.
Biasanya ujarnya, perkumpuluan semacam itu akan banyak memberikan informasi seputar trik dan tips dalam pengolahan maupun pemasaran produk UMKM, bahkan tidak jarang ada yang melakukan seminar dengan mendatangkan pemateri handal.
“Pelaku UMKM saat pandemi seperti ini memang di uji, ini bicara mental. Siapa yang memiliki keinginan kuat dan berkeyakinan kuat maka tidak akan mudah putus asa,” tetasnya. Lanjut Firman, pelaku UMKM harus berani menangkap dan mencari peluang usaha sesuai dengan keadaan dan kebutuhan pasar, sehingga usahanya tersebut tetap bisa bertahan dan bahkan maju berkembang.
“Memiliki daya kreatif dan inovatif juga di perlukan, memancing para konsumen dengan tips dan trik menarik sebagai nilai tambah dari produk yang dijual. Misalnya yang ringan-ringan yaitu dari segi kemasan yang unik ataupun nama produk yang unik,” tandasnya.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kotim, Julhaidir juga mengatakan hal yang sama, dimana sata Pandemi tentu pelaku usaha harus kreatif dan inovatif. Menurutnya bagi masyarakat harus melihat peluang usaha yang mudah dan masih diminati masyarakat, contohnya berjualan atau membuka warung bakso, berjualan pentol atau jenis makanan lainnya.
“Dimasa pandemi ini kita dituntut untuk inovatif dan kreatif. Jadi kita juga bisa berjualan secara online baik menggunakan sara media sosial, FB, IG dan lainnya. Jadi banyak cara agar masyarakat bisa lebih mengetahui produk apa yang kita jual. Saran saya, carilah usaha yang begitu masih diminati masyarakat. Kemudian mulai mencari informasi bantuan-bantuan dari pemerintah,” demikiannya.
(dia/raf/matakalteng.com)






















Discussion about this post