SAMPIT – Tidak terasa satu tahun berlalu, kini bulan Asyura kembali tiba. Seperti biasa warga Kota Sampit kembali memasak bubur Asyura yang menjadi tradisi turun-temurun di setiap tanggal 10 Muharram.
Seperti yang dilaksanakan di Masjid Madinatul Al Mukaromah yang berada di sekitaran Taman Ikon Jelawat. Pengurus dan jamaah masjid bersama warga sekitar bahu-membahu memasak bubur dengan porsi yang besar.
“Meski dalam kondisi pandemi, kami tetap melaksanakan tradisi ini. Namun kami juga tetap menerapkan prokes sesuai anjuran pemerintah,” kata Kamarudin, salah seorang pengurus masjid, Kamis, 19 Agustus 2021.
Tahun ini pihaknya akan membuat sekitar 5 ribu porsi dan akan dibagikan kepada masyarakat umum. Dimana untuk bahan yang diperlukan ada sebanyak 130 kilogram beras menjadi bahan dasar pembuatan bubur. Beras akan dimasak bersama 41 jenis sayur dan kacang-kacangan. Selain itu juga ada daging ayam dan daging sapi yang dimasak bersama semua bahan.
“Bubur yang sudah siap, akan dibagikan kepada masyarakat yang menginginkan. Jadwalnya setelah pelaksanaan salat dzuhur. Bubur asyura ini hanya ada satu tahun sekali. Sehingga kami ingin masyarakat juga dapat menikmatinya,” ujarnya.
Pihaknya pun akan melakukan doa bersama para jamaah untuk mendoakan agar negara ini bebas dari pandemi Covid-19.
(dev/hab/matakalteng.com)






















Discussion about this post